Penjualan Terompet Laris Manis Jelang Malam Tahun Baru

Oleh Liputan6.com pada 31 Des 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 31 Des 2019, 15:00 WIB
Pedagang Terompet Musiman
Perbesar
Pedagang terompet menunggu calon pembeli di kawasan Glodok, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Menjelang perayaan Tahun Baru 2020, penjual terompet musiman mulai marak di sejumah kawasan dengan harga jual berkisar Rp5ribu hingga Rp15ribu tergantung model. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Sudah empat hari Nabrih menggelar lapak terompet di Pasar Asemka, Jakarta Barat. Seribu terompet dari kertas dia boyong dari Cikarang Sabtu lalu.

"Kemarin bawa seribu dari Cikarang," kata Nabrih saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (31/12).

Terompet yang dijual Nabrih terbuat dari kertas bekas yang dilapisi kertas warna. Warna terompet didominasi warna kuning emas. Selain warna yang mengkilap untuk menarik perhatian, terompet yang dijual memiliki beberapa hiasan.

Nabrih membeli ragam jenis terompet klasik ini dari agen di Cikarang. Ada beragam model yang dijual. Mulai dari terompet bentuk panjang hingga terompet berbentuk naga. Ukurannya pun beragam. Mulai dari 30 cm sampai 50 cm.

Menggunakan bambu yang disusun sedemikian rupa, Nabrih memajang dagangannya di pinggir jalan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 25.000. Tak hanya terompet, dia juga menjual topi kerucut warna senada yang dibandrol Rp 5000.

Dari 1000 terompet dan topi yang dibawa, hari ini tinggal menyisakan kurang dari 100 buah. Sebab banyak pelanggan yang memborong lantaran harganya murah.

"Yang borong paling sedikit 50 buah jadi Rp 250 ribu," tuturnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Omzet

Jelang Tahun Baru, Penjualan Terompet Plastik Marak
Perbesar
Seorang anak memilih terompet berbahan plastik yang dijual di Pasar Gembrong, Jakarta, Minggu (29/12/2019). Penjualan terompet plastik jelang perayaan malam tahun baru kali ini lebih marak akibat pasokan bahan baku sulit didapat. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Disinggung soal omzet yang didapat, Nabrih hanya tertawa. Dia enggan membeberkan keuntungan dari dagangannya. "Alhamdulillah udah dapat untung," ucapnya malu-malu.

Lantaran tinggal sedikit, Nabrih terlihat lebih santai dari pedagang terompet lainnya. Dia hanya duduk di dekat barang pohon sambil menunggu pembeli.

Rencananya, sore nanti dia akan kembali ke Cikarang. Dia optimis sebelum sore dagangannya laris dan bisa pulang menikmati malam pergantian tahun bersama keluarga di rumah.

"Saya enggak jual sampai malam, nanti sore juga saya balik," tutup Nabrih.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓