Rute Internasional Masih Rugi, Garuda Indonesia Bakal Gandeng Maskapai Asing

Oleh Pramita Tristiawati pada 27 Des 2019, 15:55 WIB
Diperbarui 27 Des 2019, 15:55 WIB
Garuda Indonesia
Perbesar
Garuda Indonesia (Foto: AFP / Adek BERRY)

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia bakal melakukan sejumlah evaluasi dan upaya, untuk meningkatkan kembali rute penerbangan internasional. Hal itu karena sepanjang 2019, perusahaan BUMN tersebut mengalami kerugian pada rute internasional.

"Kita fokus juga memperbaiki rute internasional, karena masih mengalami rugi," ujar Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Fuad Rizal, Jumat (27/12/2019).

Meski masih mengalami kerugian, Fuad mengaku, Garuda Indonesia fokus pada perbaikan atau peningkatan peluang penerbangan internasional. Upaya yang bakal dilakukannya dengan melakukan kerjasama dengan maskapai lain atau network international.

"Sekarang ini, kami tengah memikirkan strategi network international itu, kerjasama dengan berbagai rekanan," katanya.

Misalnya, lanjut Fuad, jika ada calon penumpang yang ingin melakukan penerbangan ke tujuan yang tidak terdapat dalam rute penerbangan langsung, maka pihaknya akan bekerjasama dengan maskapai internasional lain untuk mengangkut penumpang agar sampai ke tujuan.

"Misalnya saat ini jika ada calon penumpang yang ingin memesan tiket Jakarta-LA (Los Angeles) ke customer service, maka dibilangnya tidak tersedia, padahal sebenarnya bisa dengan terbang dulu dengan Garuda rute Jakarta-Jepang, lalu dilanjutkan dengan Delta Airlines rute Jepang-USA," ujarnya.

Sebaliknya, Garuda Indonesia bisa mengambil penumpang tersebut untuk penerbangan transit menuju Indonesia. Begitu juga dengan rute-rute lainnya, Fuad mengaku, masih terus menggodok strategi kerjasama lain yang mampu menaikan penerbangan internasional.

Menurutnya, dengan hal tersebut, maskapai berplat merah ini akan mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan, karena Garuda Indonesia pun nantinya akan mendapatkan untung dari maksapai yang menjalin kerjasama dengannya.

"Dengan hal ini kita juga dapat untung, karena kan (maskapai) bayar juga. Dan ini akan kita lakukan ditahun depan," ungkapnya. (Pramita Tristiawati)

2 dari 3 halaman

Erick Thohir: Tak Mudah Pimpin Garuda Indonesia karena Dikelilingi Wanita Cantik

Seragam Pramugari Garuda Indonesia
Perbesar
Seragam Pramugari Garuda Indonesia rancangan Anne Avantie (Dok. Anne Avantie)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengomentari isu skandal perselingkuhan yang ada di PT Garuda Indonesia. Seperti diketahui isu ini menjadi viral setelah dibahas di media sosial oleh akun twitter @digeeembok.

Menteri Erick menjelaskan, menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah karena harus dibarengi dengan akhlak.

“Apapun yang kita kerjakan yang penting kan nomor satu akhlak kita, karakter kita, apalagi di Garuda itu semua ada. Kalau dia menjadi salah satu pimpinan, itu pasti kan mendapat nafkah yang banyak,” kata dia, dalam acara Milenial Fest di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).

Selain itu, kata dia, posisi di puncak kepemimpinan sangat rentan dengan banyak godaan. Sebab seorang pemimpin merupakan pemegang puncak kekuasaan perusahaan.

“Yang problem di Garuda itu dikelilingi perempuan yang cantik-cantik. Kalau kita laki-laki kan tiga hal yang memberatkan, kekuasaan, uang dan wanita,” ujar Erick Thohir.

Menurutnya, siapapun yang menjadi pemipin di Garuda pasti akan lebih berat godaannya dibanding dengan menjadi pemimpin di perusahaan lain.

“Jadi memang siapapun yang memimpim Garuda adalah tidak mudah, jauh lebih berat dari BUMN lainnya karena 3 hal itu. Perindo itu banyak hubungan dengan ikan, pelabuhan, cool storage, (gak lihat wanita), apa yang dilihat?” tutup Erick Thohir sambil tertawa. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓