Airnav Siapkan Investasi Rp 2,2 Triliun di 2020, Terbanyak untuk Otomatisasi

Oleh Arthur Gideon pada 26 Des 2019, 20:30 WIB
Diperbarui 26 Des 2019, 21:16 WIB
Petugas ATC AirNav Indonesia memantau penerbangan melalui radar

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,23 triliun di 2020. Jumlah tersebut terbanyak untuk otomatisasi perangkat navitasi.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menjelaskan, perseroan menyiapkan dana investasi sebesar Rp ‭2,23 triliun untuk tahun 2020. Sebanyak 52 persen dari dana tersebut akan digunakan untuk otomatisasi peralatan.

"Jadi untuk automation itu besaran investasi di 2020 mencapai Rp 1,18 triliun," jelas dia, Kamis (26/12/2019).

Investasi terbesar kedua adalah untuk bangunan dan pendukungnya dengan nilai Rp 463 miliar dan disusul kemudian unuk komunikasi dan navigasi masing masing Rp 139 miliar dan Rp 174 miliar.

Selain itu, Airnav Indonesia juga berinvestasi sebesar Rp 172 miliar untuk surveillance dan Rp 104 miliar untuk mechanical dan electrical.

Investasi yang menjadi prioritas tahun depan terkait dengan Upgrade ATC System, ATC Tower, Tower Set Modular Transportable, ADS-B yang meliputi peremajaan dan upgrade ADS-B di beberapa bandara di Indonesia.

Selain itu juga surveillance dan navigation, seperti Extension Surface Movement Radar Runway 3 Bandara Soetta, Instrument Landing System di Samarinda, Denpasar, Banjarmasin dan Palangkaraya.

2 dari 3 halaman

Hadapi Nataru, AirNav Indonesia Akan Oprasikan Bandara 24 Jam

Petugas ATC AirNav Indonesia memantau penerbangan melalui radar
Petugas ATC AirNav Indonesia memantau penerbangan melalui radar (dok: Ilyas)

Sebelumnya, Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengaku siap mengoprasikan 24 jam untuk beberapa bandara di Indonesia pada saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Komitmen itu diberikan untuk memudahkan masyarakat yang ingin melakukan berpergian menggunakan pesawat pada saat periode tersebut.

"Program untuk layani Nataru, sama persis saat layani Lebaran. Ada beberapa bandara siap dioperasikan 24 jam jika diminta. Kita juga extend operasional di jam-jam operasi bandara," kata dia dalan diskusi digelar di Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Kamis 5 Desember 2019. 

Tak sampai di situ, pihaknya juga akan memperhatikan keselamatan lebih untuk para maskapai dan penumpang utamanya masalah faktor cuaca. Dia pun memperkirakan, puncak arus di bandara terjadi pada 23 Desember 2019.

"Kami semua siap layani sebaik-bainya pesawat untuk Nataru," katanya.

Seperti diketahui pada Lebaran kemarin, AirNav Indonesia melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan traffic penerbangan sepanjang masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2018.

"Langkah persiapan dan koordinasi ini sudah dilakukan jauh hari sebelum musim mudik Lebaran tiba untuk memaksimalkan pelayanan AirNav Indonesia dalam melayani kepadatan pengaturan lalu lintas penerbangan," jelas Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto di Jakarta.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓