Rahasia KFC Bertahan Selama 40 Tahun di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 25 Des 2019, 08:30 WIB
Diperbarui 25 Des 2019, 08:30 WIB
Ilustrasi ayam goreng KFC
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Walaupun kini semakin banyak kompetitor bermunculan di industri restoran cepat saji, namun posisi KFC tidak bergeming dengan berada di puncak dalam industri ini.

General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia, Tbk Hendra Yuniarto mengatakan selama ini KFC harus menghadapi 2 tantangan sekaligus. Selain masifnya gempuran kompetitor dari luar negeri mencoba masuk ke pasar Indonesia dalam beberapa tahun belakang, KFC juga harus adaptasi dengan trend dan era digital.

"Namun pada kenyataannya KFC berhasil survive dan bahkan terus berkembang bisnisnya menjadi lebih besar lagi. Saat ini Market share KFC kami mencapai angka 72 persen," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/12/2019).

Dia menyebutkan kunci keberhasilan KFC tersebut adalah konsisten melakukan inovasi baik itu inovasi produk maupun layanan.

Untuk inovasi, KFC hampir setiap tahun melakukannya. Inovasi yang dilakukan meliputi menu baru, layanan baru, maupun menciptakan konsep baru di gerai-gerai KFC. Setiap inovasi yang dilakukan selalu berhasil dan mendapatkan respon yang sangat positif dari konsumen.

Salah satu inovasi yang sangat sering dilakukan adalah pengembangan menu snack. Tahun ini saja KFC telah meluncurkan 4 varian menu snack baru yaitu Chicken Skin, Cheesy Rods, Mini Chizza, dan Snack Bucket. Khusus untuk Chicken Skin, menu tersebut mendapat sambutan meriah oleh konsumen.

Sementara itu untuk layanan, KFC telah menghadirkan konsep Self Service Terminal di beberapa gerai. Konsep ini memungkinan konsumen untuk dapat memesan dengan cepat tanpa harus mengantri.

Masih terkait layanan, era digital mengubah perilaku belanja konsumen KFC membuat mereka lebih senang melakukan pembelian dan transaksi dalam satu proses. Pembayaran pun dilakukan secara langsung yaitu online atau melalui dompet digital.

2 dari 3 halaman

Tren Digital

Kehabisan Stok Ayam, KFC Tutup Ratusan Gerai di Inggris
Perbesar
Pengumuman penutupan sementara terpampang di luar gerai makanan cepat saji KFC dekat Ashford, Inggris, Senin (19/2). Lebih dari 600 dari 900 gerai KFC yang ada di Inggris tutup sejak akhir pekan lalu karena kehabisan stok ayam. (Gareth Fuller/PA via AP)

Dari tren digital diatas KFC pun bergerak cepat, saat ini KFC telah bekerjasama dengan beberapa pihak ketiga yang menyediakan layanan pembayaran nontunai. Hendra mengakui ini adalah salah satu jawaban KFC untuk bisa keep up dengan konsumen terutama yang generasi muda.

Untuk memonitoring kinerja gerai-gerai yang dimiliki, KFC memiliki bagian Quality Assurance dan Marketing di tingkat regional yang membantu memastikan produk dan layanan KFC selalu sama kualitasnya saat diterima oleh konsumen.

Agar target sales dapat terealisasi di seluruh Indonesia, team Marketing KFC mengembangkan berbagai Program Local Store Marketing yang berbeda-beda di tiap wilayah, yang sesuai dengan behaviour pasarnya.

Kedepannya KFC tetap optimis dengan perkembangan bisnisnya, melihat kegemaran masyarakat Indonesia yang senang menyantap hidangan ayam goreng.

"Untuk menghadapi tantangan yang akan datang, KFC akan terus berinovasi dalam produk dan layanannya agar terus menjadi pilihan pertama masyarakat Indonesia," tandas dia. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓