Cadangan Minyak di Lapangan Banyu Urip Naik Jadi 823 Juta Barel

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 23 Des 2019, 10:00 WIB
Diperbarui 24 Des 2019, 22:13 WIB
ExxonMobil Diselidiki Kasus Pembohongan Publik tentang Iklim

Liputan6.com, Jakarta - ExxonMobil Cepu Limited merevisi jumlah cadangan min‎yak yang ada di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, sehingga meningkat jadi 823 juta barel. Dengan begitu, ini merupakan peningkatan cadangan untuk kedua kalinya.

President ExxonMobil Indonesia Louise McKenzie mengatakan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyetujui, rencana Exxon meningkatkan cadangan yang dapat diproduksikan dari berdasaran rencana awal 357 juta barel minyak ke 450 juta barel minyak, kemudian meningkat kembali menjadi 823 juta barel minyak. Peningkatan ini merupakan hasil kajian teknis yang dilakukan perusahaan.

"Lebih jauh lagi, sebagai hasil dari kajian teknis kami yang berkelanjutan, kami telah merevisi jumlah cadangan Banyu Urip hingga 450 juta barel minyak pada saat pendanaan penuh (full funding), dan baru-baru ini telah meningkat lagi hingga 823 juta barel minyak," kata McKenzie di Jakarta, Senin (23/12/2019).

‎Dengan meningkatnya cadangan minyak yang diproduksi, maka ExxonMobil Cepu Limited akan memenuhi lebih dari dua kali lipat komitmen volume rencana pengembangan (Plan off Development/PoD) awal.

"Ini merupakan hasil yang hebat dari semua pemangku kepentingan," ujar McKenzie.

McKenzie mengungkapkan, ‎pada 30 November 2019 produksi kumulatif dari Banyu Urip mencapai 357 juta barel minyak. Dengan capaian ini, berarti ExxonMobil Cepu Limited telah memenuhi komitmen cadangan terproduksikan dari Plan of Development awal, dalam waktu kurang dari setengah periode Kontrak Kerja Sama.

"Capaian ini telah mengakselerasi pendapatan untuk Pemerintah Indonesia dan para mitra Blok Cepu," imbuhnya.

Menurut McKenzie, capaian ini merupakan bukti keunggulan kinerja ExxonMobil Cepu Limited dalam segi keselamatan dan keandalan operasi, kajian teknis yang mendalam, manajemen reservoir yang baik, serta efisiensi biaya.

"Keberhasilan ini berkat kemitraan yang kuat antara SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited dan para mitra Blok Cepu Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu. Kami juga berterima kasih atas dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah serta masyarakat sekitar kepada operasi Banyu Urip," tandasnya.

2 dari 4 halaman

4 Strategi SKK Migas Capai Target Produksi Minyak 1 Juta Barel

Ilustrasi tambang migas
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menargetkan peningkatan produksi hingga satu juta barel minyak per hari pada 2031.

Hingga kuartal III 2019, rata-rata produksi minyak nasional sekitar 750 ribu barel per hari, sedangkan lifting minyak 745 ribu barel per hari dan lifting gas 1,05 juta boepd.

"Jadi effort kita harus dobel, menggenjot produksi sekaligus menekan penurunan produksi alamiah sumur-sumur minyak," kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher, dikutip dari Antara, Kamis (19/12/2019).

Untuk mewujudkan target peningkatan produksi minyak tersebut, Wisnu menjabarkan empat strategi yang dijalankan oleh SKK Migas. Pertama, menahan penurunan produksi alami serta mendorong peningkatan produksi.

Caranya, antara lain dengan memaksimalkan kegiatan kerja ulang (work over) dan perawatan sumur, reaktivasi sumur tidak berproduksi,dan inovasi teknologi, serta menjaga keandalan fasilitas produksi.

Strategi kedua adalah mempercepat potensi sumber daya menjadi produksi minyak yang siap jual (lifting).

Hal ini dilakukan dengan mengakselerasi monetisasi penemuan yang belum dikembangkan (undeveloped discovery) melalui POD baru atau POP (27 proyek migas), optimalisasi POD yang tertunda, World Class Project Management, dan juga mengelompokan sumber daya gas, peluang proyek, dan pasar gas.

3 dari 4 halaman

Strategi Lain

Ilustrasi tambang migas
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Ketiga, mendorong penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan tua (mature). "SKK Migas akan mempercepat proyek-proyek EOR di antaranya Field Trial EOR di 2019 meliputi Lapangan Tanjung, Jatibarang, dan Gemah. Juga melakukan strategi aliansi dengan pemain EOR kelas dunia," katanya.

Kemudian, terakhir strategi eksplorasi yang masif. SKK Migas memiliki Komitmen Kerja Pasti (KKP) sebesar USD 2,1 miliar. Selain itu SKK Migas juga melakukan KKP di Open Area Seismic di akhir Juli 2019.

Lebih lanjut Wisnu Prabawa juga mengatakan investasi hulu migas ke depan akan terus meningkat sehubungan adanya 42 proyek utama hingga tahun 2027 terdapat dengan total investasi USD 42,1 miliar.

Total produksi dari 42 proyek tersebut mencakup produksi minyak 126 ribu bopd dan gas sebesar 6.100 MMSCFPD. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓