Sri Mulyani Minta Perketat Pengawasan Barang Impor

Oleh Liputan6.com pada 20 Des 2019, 13:44 WIB
Diperbarui 20 Des 2019, 13:44 WIB
Sri Mulyani pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali
Perbesar
Sri Mulyani pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Dok: am2018bali.go.id

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta kepada seluruh jajaran di Lingkungan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serbuan barang-barang impor ilegal. Sebab, di tengah kondisi gejolak ekonomi dunia membuka celah terhadap barang-barang impor.

"Iya kita semua harus meningkatkan kewaspadan karena dinamika yang terjadi selama ini kan memang menunjukkan dengan adanya ekonomi digital memungkinkan masuknya barang-barang dari luar secara lebih mudah ke Indonesia. lebih lancar," kata dia saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, fenomena tersebut tampak nyata jika berkaca pada dunia usaha di Tanah Air yang mengalami tekanan cukup besar. Hal itu dikaranakan banjirnya impor tekstil dari negara-negara luar. Sehingga dirinya meminta betul kepada seluruh jajarannya untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Oleh karena itu saya minta ke semua pejabat untuk benar-benar mewaspadai. Apakah yang masuk ini benar-benar legitimat dari sisi proses, dari sisi pajak yang harus dibayarkan dan dari sisi kempuan dari masyarakat atau industri kita untuk berkompetisi secara fair dengan barang-barang yang berasal dari luar," jelas Sri Mulyani.

 

2 dari 4 halaman

Perhatian Khusus

(Foto: Merdeka.com/Wilfridus S)
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:Merdeka.com/Wilfridus S)

Bendahara Negara ini menegaskan kondisi yang sedemikian rupa ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Mengingat sesuai dengan arahan dan prioritas Presiden Joko Widodo ingin menjaga kompetitif perekonomian dalam negeri.

"Pesan bapak presiden untuk kita jaga perekonomian dari serbuan barang ilegal maupun impor akibat terjadinya perang dagang. Kita harus mampu menjaga perekonomian kita agar tetap bisa tumbuh kompetitif, tidak tertutup dan inefisien tapi kompetitif namun juga waspada serbuan barang-barang misalnya ilegal maupun barang-barang yang melalui proses produksi yang tidak baik," jelas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 4 halaman

Sri Mulyani Waspadai Dampak Pemakzulan Trump Terhadap Ekonomi RI

30 Wajib Pajak Dapat Penghargaan dari Sri Mulyani
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan saat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 30 Wajib Pajak (WP) di Jakarta, Rabu (13/3). Acara ini mengambil tema 'Sinergi Wujud Cinta Negeri'. (Liputan6.com/JohanTallo)

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan Indonesia harus mewaspadai dampak dari pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebab kondisi ini akan mempengaruhi kondisi ekonomi global.

“Bagi kita tentu dari sisi politik dinamika proses politik yang terjadi di negara itu. Kita hormati saja yang terjadi di proses itu. Bagi kita yang harus diwaspadai yaitu pengaruh merembes ke perekonomian kita,” kata dia, di kantornya, Jakarta, Kamis (19/12).

“Ini suatu proses politik di AS yang elite sangat terbelah antara republikan dan demokrat yang telah menimbulkan sesuatu ketegangan dan kondisi politik yang eskalasinya sangat tinggi sampai kepada impeachment. Sebagai negara ekonomi terbesar di dunia dinamika ini akan memberikan pengaruh,” ujarnya.

Dampak pertama, kata dia, akan mempengaruhi confidence atau kepercayaan diri AS jelang pemilu 2020.

“Ini akan menimbulkan confidence yang melemah dari pelaku ekonomi sehingga mempengaruhi kesehatan ekonomi Amerika perlu kita waspadai. Karena seperti saya sampaikan tadi AS merupakan satu satunya negara maju yang relatif tumbuhnya cukup kuat. Tetapi kemarin suku bunga federal Reserve sudah berhenti naik,” ujar Sri Mulyani.

Hal itu, diprediksi akan semakin parah dengan adanya gejolak politik berupa pemakzulan tersebut.

“Ditambah dinamika politik tentu akan memberikan pengaruh terhadap ekonomi AS. Sementara ekonomi di negara lain tidak menunjukan adanya positive turn. Jadi 2020 kita harus betul-betul mewaspadai dinamika ini,” tegasnya.

Namun dia optimis Indonesia akan mampu menghadapi tantangan ekonomi global di tahun-tahun berikutnya. Namun kewaspadaan masih perlu ditingkatkan.

“Namun kalau angka di Oktober dan November sudah menunjukan belokan yang positif ini adalah modal yang cukup baik. Kita harap desember ini biasanya ada faktor seasonality ini bisa menjadi lebih positif. Dari Sisi penerimaan pajak sektor sektor menunjukan adanya penguatan. Ini nanti akan bagus untuk masuk di tahun 2020. Namun kewaspadaan harus kita tinngkatkan,” tutupnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓