Banyak Tol Baru Beroperasi, Pertamina Bersiap Diri Hadapi Kenaikan Konsumsi BBM

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 18 Des 2019, 20:47 WIB
Diperbarui 19 Des 2019, 15:16 WIB
(Foto: Dok PT Jasa Marga Tbk)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) mengantisipasi peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan BBM saat libur Natal dan Tahun Baru. Kenaikan seiring pengoperasian sejumlah ruas tol baru.

‎Senior Vice President (SVP) Business Operation Pertamina Yanuar Budi mengatakan, ada perbedaan dalam persiapan penyediaan BBM untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru kali ini. Sebab ada pengoperasian sejumah ruas tol baru yang akan berdampak pada peningkatan konsumsi ‎BBM.

"Tol sekarang sudah banyak dioperasikan. Dan banyak ruas tol baru seperti tol Kualanamu - Tebing Tinggi, Tol Palembang - tol Kayu Agung - Jakabaring, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, tol Bakauheni - Terbanggi besar. Tol Merak sampai dengan Probolinggo yang berjarak 962 km, tol Japek elevated 36 km, dan tol Balikpapan-Samarinda serta tol Manado," kata Yanuar di kantor Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Pertamina pun telah menyiapkan pasokan BBM untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi, untuk jenis gasoline atau bensin dengan ketahanan stok sebanyak 2,99 Kilo Liter (KL) atau mencapai 19 hari. Sedangkan perkiraan konsumsi rata-rata per hari 157,8 ribu KL.

Kemudian untuk stok gasoil atau solar mencapai 1,25 juta KL, dengan ketahanan 16 hari. Adapun perkiraan rata-rata konsumsi per hari sebesar 77,9 ribu KL.

2 dari 2 halaman

Layanan Lain

Pemerintah Subsidi Solar
Suasana di SPBU Kuningan Jakarta, Sabtu (5/5). Pemerintah berencana untuk menambah subsidi solar di tengah harga minyak dunia yang sedang naik. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pertamina juga telah menyiapkan layanan penyaluran BBM di ruas tol fungsional dan yang belum tersedia SPBU. Langkahnya, dengan membuat Kios pertamax 4 titik, mengerahkan armada motor pembawa BBM kemasan 19 titik, SPBU kantong 132 titik, dan SPBU modular 45 titik.

Kemudian untuk stok Elpiji selama masa posko natal dan tahun baru mecapai 373,6 ribu Metrik Ton (MT) atau mampu bertahan 17 hari, dimana volume konsumsi rata-rata per hari 21,9 ribu MT.

Kemudian untuk bahan bakar jenis avtur dengan ketahanan 15 hari, dengan volume 238,2 ribu KL dan rata-rata konsumsi per hari 15 ribu KL.

Sementara untuk layanan elpiji, Pertamina menyiagakan 638 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), 3.264 agen 3.264 dan 32.258 pangkalan. "Jadi kami dari Pertamina untuk tahun ini sudah sesuaikan dengan kondisi yang ada," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait