Jual 2 Ruas Tol ke Investor Hong Kong, Waskita Dapat Dana Rp 2,5 T

Oleh Arthur Gideon pada 18 Des 2019, 12:05 WIB
Diperbarui 20 Des 2019, 08:13 WIB
Jokowi Resmikan Tol Sragen-Ngawi

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Toll Road, anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk (Persero) memperoleh dana Rp 2,5 triliun dari divestasi dua ruas Tol Trans Jawa, yakni Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono-Kediri. Dua tuas tol tersebut dijual kepada investor asal Hong Kong, Kings Key Limited yang merupakan anak perusahaan Road King Expressway International Holdings Limited.

Penandatangan perjanjian jual beli (sales purchase agreement signing) di Jakarta, Rabu, dilakukan oleh Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto dan CEO Road King Expressway International Holdings Limited Willy Chow.

Herwidiakto menjelaskan, proses divestasi kedua ruas tol itu telah dimulai sejak Februari 2019. Ia mengakui prosesnya cukup panjang karena investor asal Hong Kong itu sangat rinci.

"Mereka cukup teliti, segala aspek sampai hal kecil, seperti prediksi utang yang tidak tercover, itu jadi concern (perhatian) mereka," katanya dikutip dari Antara, Rabu (18/12/2019).

Direktur Pengembangan Bisnis & Quality, Safety, Health & Environment Waskita Karya Fery Hendriyanto dalam kesempatan yang sama mengatakan proses divestasi menjadi bagian dari proses bisnis perseroan yang dimulai dari inisiasi, investasi, konstruksi, operasi, dan kemudian divestasi.

"Ini suatu pembuktian bahwa strategi yang sudah ditetapkan dan diarahkan komisaris bisa terealisasi dengan baik," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Beli di China Juga

Jalan Tol Segmen Sragen-Ngawi
Suasana jalan tol Sragen-Ngawi di kilometer 538 jalan tol Solo-Ngawi, Jawa Tengah, Rabu (28/11). Setelah diresmikan, tol sepanjang 50,9 kilometer tersebut akan digratiskan selama seminggu. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu Co-Chairman/Executive Director Road King Infrastructure William Zen mengungkapkan perusahaan itu telah memiliki lima ruas tol di China dan kini dua di Indonesia melalui divestasi ini.

"Kami memilih Indonesia karena kami percaya di antara negara ASEAN lain, Indonesia punya potensi pertumbuhan dan pembangunan yang menjanjikan dalam 20 hingga 30 tahun ke depan," katanya.

Dengan populasi keempat terbesar dunia, Indonesia disebutnya memiliki potensi besar karena pendapatan penduduk yang akan terus meningkat dan berdampak pada pendapatan dari jalan tol.

Waskita Toll Road memegang 40 persen saham di Ruas Tol Solo-Ngawi (PT Jasa Marga Solo Ngawi/JSN) dan 40 persen saham di Ruas Tol Ngawi-Kertosono-Kediri (PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri/JNKK).

Perusahaan itu mendivestasikan masing-masing 40 persen saham yang dimilikinya di kedua ruas tol dengan masa konsesi 50 tahun. Hasil divestasi akan digunakan untuk menutup celah utang serta untuk pengembangan ruas tol baru.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓