Jokowi Komentari Perseteruan Susi Pudjiastuti dan Edhy Prabowo Soal Lobster

Oleh Lizsa Egeham pada 17 Des 2019, 14:50 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 14:50 WIB
Menteri KKP Susi Pudjiastuti melepas benih lobster di Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjawab polemik ekspor benih lobster yang dikritik Susi Pudjiastuti. Menurut dia, kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Peabowo yang membuka keran ekspor bibit lobster harus dilhat dari sisi kemanfaatan dan lingkungannya.

"Yang paling penting menurut saya negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat, lingkungan tidak rusak. Yang paling penting itu," ujar Jokowi di Gerbang Tol Samboja-Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).

Meski begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan ekspor bibit lobster harus ada keseimbangan. Jokowi mengatakan ekspor benih lobster jangan hanya dilihat dari sisi ekonominya saja, namun juga aspek lingkungan yang harus dipelihara.

"Keseimbangan itu paling penting bukan hanya bilang jangan enggak. Keseimbangan itu yang harus di perlukan. Jangan juga awur-awuran, semua di tangkapin di ekapor, juga nggak benar," jelas dia.

Jokowi juga menegaskan bahwa ekspor benih harus sesuai dengan aturan yang ada, tidak boleh ugal-ugalan. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyelundupan benih lobster.

"Agar benih lobster tidak diselundupkan tidak di ekspor secara awur-awuran tapi juga nelayan mendapatkan manfaat dari sana. Nilai tambah ada di negara kita," tutur dia.

 

2 dari 4 halaman

Menyempurnakan

Lepas Sambut Menteri Kelautan
Edhy Prabowo dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) Menteri Kelautan dan Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Edhy yang merupakan politisi Partai Gerindra menggantikan Susi Pudjiastuti pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kebijakan untuk mengekspor bibit lobster sendiro memang menuai pro dan kontra di kalangan elite. Edhy mengaku memiliki alasan kuat membuka kemungkinan keran ekspor bibit lobster. Ia juga tidak bermaksud menyalahkan kebijakan yang lama, melainkan menyempurnakannya.

"Karena ada yang bergantung hidupnya pada bibit lobster, memang tidak boleh lingkungan rusak karena ambisi, tetapi juga jangan karena alasan lingkungan saja pertumbuhan ekonomi tertunda," ujarnya, Minggu (15/12/2019).

Kebijakan Edhy ini juga mendapat respons dari mantan Menteri Susi Pudjiastuti. Kebijakan ini memang bertentangan dengan langkah Susi yang sebelumnya menutup rapat keran ekspor benih lobster.

Susi yang dikenal tegas dalam prinsip tersebut, mengutarakan opininya dalam sebuah video pendek yang diunggah ke akun Instagramnya, @susipudjiastuti115.

Dalam video yang diposting pada 10 Desember 2019 kemarin, Susi bercerita sedang menyantap hidangan laut lobster di kampung halamannya, Pangandaran.

"Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita menjual bibitnya. Dengan harga seperseratusnya pun tidak," tulis Susi, dikutip Liputan6.com, Minggu (15/12/2019).

 

3 dari 4 halaman

Harga

Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Susi bercerita bahwa dirinya menyantap lobster berukuran 400 gr hingga 500 gr, yang harga per kilogram mencapai Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu.

"Tapi kita ambil dan jual bibitnya hanya seharga Rp 30 ribu, sudah berapa rugi kita?" ujar Susi.

Oleh karenanya, Susi mengingatkan kepada para nelayan untuk tetap mempertahankan bibit lobster tersebut tumbuh secara alami di lautan.

Meskipun tidak secara terang-terangan, namun pernyataan Susi sudah menegaskan bahwa pembukaan ekspor benih lobster berpotensi mematikan industri hasil tangkapan laut Indonesia yang keuntungannya bisa mencapai ratusan triliun rupiah.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓