Penumpang Membludak, Kemenhub Siapkan 17 Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok

Oleh Athika Rahma pada 17 Des 2019, 12:30 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 13:16 WIB
Suasana saat para penumpang menaiki KM KM Dobonsolo tujuan Semarang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (13/6). Kementerian Perhubungan memberi kuota penumpang pada mudik gratis ini sebanyak 11.938 pemudik. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi adanya lonjakan penumpang di pelabuhan Tanjung Priok sebesar 5 persen jelang natal 2019 dan tahun baru 2020.

Mengantisipasi hal tersebut, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok telah menyiagakan 17 kapal untuk menampung tambahan penumpang.

"Penumpang pada tahun ini di Tanjung Priok diperkirakan meningkat sebanyak 1.313 orang menjadi 27.575 orang," ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok Hermanta, mengutip keterangan pers, Selasa (17/12/2019).

Kapasitas 17 kapal itu ialah sebanyak 17.384 orang dengan total perjalanan sebanyak 66 voyage. Hermanta juga menegaskan untuk tetap menjaga kondusifitas penyelenggaraan angkutan laut.

Kemenhub meminta kepada petugas untuk mengawasi keselamatan pelayaran dan mengantisipasi agar tidak terjadi masalah percaloan tiket, kenaikan tarif melebihi ketentuan, penelantaran penumpang serta melakukan tindakan yang tegas terhadap setiap pelanggaran.

"Secara internal sesama petugas juga harus saling meningkatkan komunikasi untuk memperlancar tugas pelayanan kepada masyarakat yang akan mudik," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Penumpang Kapal Laut Diprediksi Capai 1,2 Juta Orang Saat Nataru

20150714-Arus-Mudik-Pelabuhan-Merak
Ratusan Pemudik saat mengantri memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa Subuh, (14/7/2015). Meski sudah memasuki H-3 pelabuhan merak relatif normal dan belum terdapat lonjakan penumpang yang signifikan.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah angkutan penumpang untuk kapal laut pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) mencapai 1,2 juta orang. Angka ini lebih rendah dari kapasitas kursi kapal yang disediakan sebanyak 3,4 juta orang

"(Perkiraan) 1,2 juta hampir sama naik dikit-lah," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Agus H. Purnomo, saat di acara Forum Merdeka Barat di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (11/12).

Agus mengatakan, pada masa angkutan Nataru pada tahun ini pihaknya menyediakan sebanyak 1.300 unit kapal untuk menampung masyarakat yang ingin mudik ataupun berlibur, dengan kapasitas mencapai 3,4 juta jiwa.

"Kami monitor 51 pelabuhan, hampir 1300 kapal disiapkan semua," katanya

 

3 dari 4 halaman

Indonesia Timur

Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Ratusan penumpang menumpuk menunggu kedatangan kapal laut yang akan keluar Jawa Timur di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/5/2019). PT Pelindo III memprediksi puncak arus mudik keluar Jawa Timur tgl 1 Juni 2019. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Selain itu, pada tahun ini pihaknya akan fokus untuk memastikan ketersediaan kapal-kapal penumpang di kawasan Indonesia bagian Timur. Mengingat, di daerah tersebut masih sangat minim.

"Penumpang akan naik sedikit, mungkin 1-2 persen naiknya dan ini kita fokuskan di daerah timur Papua-Maluku. Sumatera Utara beberapa rute kapal besar sudah mulai ke sana, tapi masih ada cadangan negara kapal navigasi kapal patroli," ungkapnya.

Berdasarkan catatan Kemenhub dari 51 pelabuhan pantau, sebaran jumlah penumpang pada realisasi angkutan Nataru 2018 di Indonesia Bagian Barat mencapai sebanyak 847.152 orang. Sedangkan di Indonesia Bagian Timur sejumlah 323.077 orang.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓