LRT Jakarta Mulai Beroperasi, Industri Properti Bersemi

Oleh Arthur Gideon pada 17 Des 2019, 06:30 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 06:30 WIB
LRT Jakarta
Perbesar
Rangkaian kereta LRT melintas di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Moda transportasi massal Light Rail Transit atau LRT Jakarta akan beroperasi komersial per 1 Desember 2019 dengan tarif yang ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk sekali perjalanan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Jakarta kini mendapatkan tambahan alternatif sarana transportasi umum setelah beroperasinya Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading yang beroperasi secara komersial belum lama ini. Moda LRT Jakarta sepanjang 5,8 kilometer ini memiliki enam stasiun, yakni Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, Boulevard Utara, dan Pegangsaan Dua.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, menjelaskan bahwa sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti. Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah.

“Mulai beroperasinya LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading ini akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan. Walaupun baru memiliki rute sepanjang 5,8 kilometer namun dengan mulai beroperasinya LRT Jakarta ini maka investasi properti di sekitar wilayah Rawamangun, Pulomas dan Kelapa Gading akan ikut terkerek naik,” jelasnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (17/12/2019).

Apalagi menurut Rumah.com Property Index pasar properti DKI Jakarta mulai menunjukkan adanya tren kenaikan setelah sempat stagnan dalam satu tahun terakhir. Rumah.com Property Index mencatat indeks harga properti di DKI Jakarta berada pada angka 131,0 atau turun tipis sebesar 0,07 persen (q-o-q) pada Kuartal III 2019.

“Data kenaikan menurut Rumah.com Property Index ini jauh di atas rata-rata kenaikan per kuartal sepanjang 2018, sebesar 0,2 persen. Secara tahunan, kenaikan harga properti residensial di DKI Jakarta adalah sebesar 4 persen. Kenaikan secara tahunan ini masih sama dengan tahun lalu,” ungkap Marine.

 

 

2 dari 3 halaman

Kedekatan Akses Transportasi

Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)
Perbesar
Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)

Menggeliatnya harga properti di DKI Jakarta, terutama pada kuartal III 2019, tak lepas dari perkembangan infrastruktur transportasi umum massal. Setelah MRT resmi beroperasi pada April 2019 lalu, kemudian dilanjutkan ujicoba operasional LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading pada bulan Juni 2019, di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Pulomas serta Rawamangun di Jakarta Timur yang kini telah beroperasi secara komersial.

“Apalagi kalau nanti LRT Jabodebek yang memiliki rute sampai ke daerah pinggiran Jakarta seperti Bogor, Depok dan Bekasi yang merupakan area industri utama di Jawa Barat sudah bisa beroperasi maka kehadiran kereta komuter layang dengan rangkaian gerbong pendek ini bisa menjadi solusi transportasi bagi warga komuter termasuk para pekerja,” jelasnya.

Indeks properti yang relatif cukup stabil di DKI Jakarta pada kuartal III 2019 didorong oleh adanya kenaikan di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Jakarta Timur adalah kawasan yang mengalami kenaikan paling besar hingga 3,4 persen (q-o-q). Hal ini didukung adanya uji coba dan sudah beroperasinya LRT Jakarta secara komersial dan adanya pembangunan LRT Jabodebek yang sebagian besar melintasi kawasan Jakarta Timur serta adanya Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) yang sebagian sudah beroperasi.

Menurut Marine, beroperasinya LRT Jakarta juga bisa mendorong masyarakat untuk memilih hunian yang memiliki kedekatan akses dengan sarana transportasi. Hal ini juga sejalan dengan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2 2019 yang menunjukkan bahwa kedekatan dengan transportasi publik menempati posisi teratas sebagai faktor penting yang dipertimbangkan untuk membeli properti dimana sebanyak 71 persen responden survei memilih hal tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓