Erick Thohir Bakal Rombak Susunan Direksi PT KAI

Oleh Liputan6.com pada 16 Des 2019, 19:24 WIB
Diperbarui 18 Des 2019, 19:13 WIB
Libur Panjang Akhir Pekan, PT KAI Operasikan 11 KA Tambahan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam waktu dekat akan merombak susunan direksi PT KAI (Persero). Hal ini disampaikan Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di kantor Kementerian BUMN Jakarta.

"Akan ada pergantian direksi PT KAI (Persero)," kata Arya kepada wartawan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Arya menyebut tidak akan banyak perubahan yang dilakukan dalam perombakan ini. Katanya, pergantian ini terjadi setelah adanya evaluasi dari tiap-tiap BUMN yang tengah dilakukan.

Dari hasil evaluasi tersebut, Erick Thohir melihat ada orang yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang keahlian di KAI. Sehingga perlu adanya penempatan orang sesuai bidang keahliannya.

"Yang pasti menempatkan orang pada tempat yang benar," ujarnya.

Meski begitu dia menolak menyebut kinerja saat direksi saat ini tidak baik. Menurutnya ini sudah maksimal dan akan lebih maksimal bila ditempati orang yang ahli di bidangnya.

Terkait waktu pengumumannya, Arya menyebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini berbagai perubahan dilakukan dari hal yang paling mungkin dikerjakan dengan cepat dan singkat.

"Semua dievaluasi, mana yang bisa dilakukan cepat itu dikerjakan duluan," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Anak Usaha KAI Siap Bangun Kereta Listrik di Ibu Kota Baru

PT KAI Sediakan 957 Ribu Kursi untuk Pemudik Lebaran 2019
Calon penumpang melakukan cetak tiket mandiri di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (26/5/2019). PT KAI bagian daerah operasional (Daop) 1 Jakarta akan menyediakan 957.282 tempat duduk kereta jarak jauh dan menengah sebagai upaya memenuhi kebutuhan angkutan lebaran 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PT Kereta Commuter Indonesia, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI siap jika mendapatkan kesempatan untuk menyiapkan layanan kereta listrik di kawasan ibu kota baru.

Direktur Utama KCI Wiwik Widayanti, mengakui kesempatan itu terbuka karena sebelumnya pernah ada diskusi mengenai hal itu. 

"Kami siap beroperasi di ibu kota baru. Apalagi nanti di ibu kota baru semuanya dilaksanakan dengan sistem elektrifikasi sehingga ada kesempatan kami beroperasi di sana juga," jelas dia seperti mengutip Antara, Kamis (21/11/2019).

Pemerintah menginginkan sistem transportasi di ibu kota baru nanti menggunakan teknologi transportasi yang modern. Serta jika memungkinkan harus bisa diakses dengan berjalan kaki.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyampaikan indikasi anggaran untuk pembangunan transportasi perkeretaapian di ibu kota baru membutuhkan dana sekitar Rp 209,6 triliun.

"Biaya itu terdiri dari pembangunan stasiun, kereta api subway, KRL, jalur kereta api dan pengadaan kereta listrik," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam rapat kajian bersama dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Besarnya dana pembangunan untuk transportasi kereta dikarenakan pemerintah harus membangun dari awal, begitu juga dengan teknologinya. Namun, masih ada kemungkinan perubahan angka untuk kebutuhan anggaran itu.

"Tentunya ini pembangunan baru dan segala macamnya, dan teknologi yang kita buat itu kan 'smart city', tetapi ini masih hitungan awal, masih perlu kita lakukan validasi lagi," kata Djoko.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓