Bangun 2 Bendungan, Lampung akan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 16 Des 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 16 Des 2019, 11:30 WIB
Pengalihan Aliran Sungai Way Sekampung
Perbesar
KemenPUPR beserta para steakholder ecara simbolis mencanangkan dimulainya pengalihan aliran sungai (river closure) Way Sekampung ke saluran pengelak Bendungan Way Sekampung di Desa Pekon Bumi Ratu dan Pekon Banjar Rejo

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah pembangunan bendungan baru di sejumlah provinsi untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Salah satu provinsi yang tengah dibangun bendungan adalah Provinsi Lampung yang direncanakan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

"Pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Disamping itu kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal," terang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam pernyataan tertulisnya, Senin (16/12/2019).

Di Provinsi Lampung, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Ditjen Sumber Daya Air tengah menyelesaikan pembangunan dua bendungan, yakni Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu dan Bendungan Margatiga di Kecamatan Margatiga.

Kehadiran kedua bendungan baru tersebut akan melengkapi sistem pengelolaan air, termasuk suplai irigasi yang berasal dari Bendungan Batutegi yang sudah beroperasi sejak 2005.

Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta m3 yang akan dimanfaatkan untuk menambah areal irigasi seluas 15 ribu hektare (ha) dalam Sistem Irigasi Sekampung menjadi total seluas 70 ribu ha sehingga meningkatkan intensitas tanam menjadi 260 persen, terutama untuk Kabupaten Pringsewu.

Waduk ini juga akan menyediakan air baku untuk Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2.480 liter per detik, potensi listrik 5,4 MW, mereduksi banjir sebesar 185 m3 per detik, serta menjadi objek wisata di Kabupaten Pringsewu. Saat ini progres fisiknya sudah mencapai 77,5 persen.

Bila sudah beroperasi, Menteri Basuki meminta agar tidak dipasang keramba apung yang bisa menurunkan kualitas air bendungan. Bendungan Way Sekampung dibangun dengan biaya Rp 1,7 triliun. Pengerjaannya terbagi menjadi dua paket yang dikerjakan oleh PT PP dengan nilai kontrak Rp 873 miliar dan PT Waskita Karya sebesar Rp 829 miliar.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kapasitas Bendungan

Bendungan Margatiga Lampung
Perbesar
Bendungan Margatiga Lampung. (Dok. Kementerian PUPR)

Sedangkan untuk Bendungan Margatiga saat ini juga tengah dalam tahap pembangunan dengan kapasitas tampung total 147,94 juta m3 di hilir Sungai Way Sekampung. Pembangunan Bendungan Margatiga di Kecamatan Margatiga, Lampung Timur diproyeksikan akan mengairi lahan irigasi seluas 10.950 ha dan sebagai sumber air baku berkapasitas 830 liter per detik.

Konstruksi bendungan dikerjakan oleh PT Waskita Karya-Adhi (Kerja Sama Operasi/KSO) dengan nilai kontrak Rp 813 miliar. Progres fisik Bendungan Margatiga hingga saat ini sebesar 23,37 persen dan ditargetkan selesai pada tahun 2021 sesuai data kontrak.

"Selain itu terdapat Bendung Seguruh dan Jabung. Semuanya dibangun untuk mengoptimalkan air Sungai Way Sekampung yang potensinya besar terutama untuk irigasi," ujar Menteri Basuki.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by