Bukalapak Fokus Bangun Bisnis yang Sehat dan Berlanjutan

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 10 Des 2019, 20:38 WIB
Diperbarui 10 Des 2019, 21:17 WIB
Logo Bukalapak

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan e-commerce Bukalapak kini telah ditinggalkan oleh Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri perusahaan, Achmad Zaky. Sebelum resign, ia sempat berpesan kepada perseroan agar tak lagi mengandalkan praktik bakar uang.

Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid mengutarakan, pihaknya juga telah berkomitmen untuk berhenti membakar uang dan akan mengedepankan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Kalau bicara stop bakar uang itu sesuatu yang subjektif. Tapi kita pada intinya berfokus sustainability dan healty growth," jelas dia di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Fajrin menganggap program bisnis berkelanjutan merupakan sesuatu yang penting, dan hal tersebut akan menjadi fokus Bukalapak ke depan.

"Kalau kita melihat dunia startup global, ternyata memang tren global ke arah sana. Apa yang kita lakukan diikuti market secara umum," ujar dia.

Patron Itu pun disebutnya turut jadi perhatian pihak investor. Jika dulu investor mementingkan perkembangan valuasi, kini mereka juga peduli terhadap path to profitability hingga pertumbuhan yang sehat.

Dengan mengedepankan bisnis yang sehat dan berkelanjutan bukan berarti pendapatan Bukalapak berkurang. Rasyid mengatakan, revenue perusahaan justru meningkat tiga kali lipat dari 2018. Namun ia belum mau menyebutkan berapa angka spesifiknya.

"Revenue kita meningkat 3 kali lipat dibanding tahun lalu. Dari sisi burn berkurang sepertiganya dibanding tahun lalu. Itu menunjukan komitmen kita menuju sustainability," tukas dia.

2 of 3

Gandeng Bukalapak, Kemendag Dongkrak Ekspor 1.000 UKM

Bukalapak
Pembukaan kantor research and development di Surabaya (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerjasama dengan Bukalapak untuk meningkatkan ekspor melalui platform niaga elektronik (e-commerce) bagi 1.000 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Jenderal PEN Kemendag Dody Edward beserta Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid, serta turut disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Dody Edward mengatakan kerjasama ini merupakan komitmen kedua belah pihak mendukung 1.000 pelaku UKM dalam meningkatkan skala usaha, serta dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya lebih efisien dengan jangkauan global.

"Jika dilihat dari sisi pemasaran, platform niaga elektronik jauh lebih menguntungkan karena sistem penjualan yang menggunakan jaringan internet sehingga tidak mengeluarkan biaya tinggi. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong UKM Indonesia untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai upaya meningkatkan pemasaran produk secara luas," tutur Dody.

Dia menyampaikan, rangkaian kolaborasi ini meliputi kegiatan pembinaan tentang pasar ekspor kepada pelaku usaha melalui bimbingan teknis, seminar, hingga mempromosikan produk ke negara tujuan ekspor.

Dalam kesepakatan ini juga dilakukan simulasi online pengiriman barang melalui aplikasi BukaGlobal milik Bukalapak kepada diaspora Indonesia yang berada di Taiwan. 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓