Jokowi Ingin Infrastruktur Hubungkan Pasar dengan Sentra Produksi Rakyat

Oleh Liputan6.com pada 10 Des 2019, 17:49 WIB
Diperbarui 10 Des 2019, 17:49 WIB
Jokowi Terima Delegasi Aksi Stop TBC Dunia di Istana
Perbesar
Presiden Joko Widodo menerima dan beraudiensi dengan delegasi Aksi Stop TBC Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/12/2019). Delegasi Aksi Stop TBC Dunia itu dipimpin oleh Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro. (Liputan6 com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur. Saat membuka rapat, Jokowi mengingatkan empat hal kepada seluruh pembantunya.

Pertama, Jokowi mengingatkan agar pembangunan infrastruktur dapat memperlancar konektivitas di sepanjang rantai pasok yang menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat. Mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, industri, termasuk di dalamnya UMKM.

"Sehingga infrastruktur yang kita bangun betul-betul memiliki dampak pada peningkatan daya saing produk-produk ekspor," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12).

Kedua, Jokowi ingin pembangunan modernisasi moda transportasi massal terus dilakukan, seperti MRT, LRT, kereta cepat terutama di kota-kota besar. Tujuannya agar keseluruhan dari sistem transportasi di kota besar semakin efisien, ramah lingkungan dan terkoneksi secara menyeluruh.

Ketiga, Jokowi meminta pembenahan dilakukan secara berkelanjutan pada manajemen rantai pasok konstruksi, mulai dari penyiapan SDM, peralatan, material, inovasi, teknologi dan pendanaan. Jokowi mengatakan saat ini penyiapan material konstruksi masih terjadi gap antara suplai dan demand.

"Misalnya kebutuhan aspal sebesar 650 ribu ton baru terpenuhi 70 persen. Kemudian kebutuhan baja 9 juta ton baru terpenuhi 60 persen. Artinya kita perlu memperkuat industri pendukung infrastruktur," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini melanjutkan, biaya pembangunan infrastruktur tak bisa seluruhnya ditanggung APBN. Oleh karena itu, Jokowi menyarankan agar para pembantunya menggunakan model pembiayaan kreatif. Misalnya, melibatkan badan usaha dalam pembangunan infrastruktur atau melalui penggalangan sumber pembiayaan alternatif.

Keempat, Jokowi mengingatkan agar proyek-proyek infrastruktur tidak diambil seluruhnya oleh BUMN.

"Ini penting digaris bawahi. Dari proyek yang besar-besar sampai kecil-kecil sering kali bukan hanya melibatkan anak BUMN tapi juga sampai ke cucu-cucu BUMN. Berilah ruang yang lebih luas pada swasta, pada pengusaha lokal, pada pengusaha kecil menengah, tenaga kerja lokal agar terlibat dalam pembangunan infrastruktur," tutupnya.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Jokowi Janji Percepat Pembangunan Infrastruktur di Timur Indonesia

Presiden Jokowi Peringati Hari Antikorupsi Sedunia di SMK 57
Perbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan murid seusai menyaksikan drama bertajuk Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. (Liputan6.com/Biropres Kepresidenan)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur. Ini dilakukannya lantaran ketersediaan infrastruktur di Indonesia bagian barat dan timur terhitung masih jomplang.

"Selama pemerintahan saya yang pertama, saya sudah berkeliling ke pedalaman-pedalaman khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Dari situlah dilihat ada ketimpangan infrastruktur antara wilayah bagian barat, tengah dan timur yang belum tersentuh oleh pembangunan," ujarnya saat meresmikan Jembatan Youtefa di Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019).

Jika ini terus dibiarkan, ia melanjutkan, maka hal tersebut akan mempersulit pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara besar.

"Yang ini kalau kita biarkan akan menyulitkan kita untuk bersatu sebagai sebuah bangsa besar. Karena itu saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia bagian timur untuk dipercepat," seru Jokowi.

Dia pun menyebutkan, pengadaan infrastruktur ini bakal berjalan pararel dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesuai misi Jokowi pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

"Tujuannya adalah selain menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyatakat, juga untuk mempersatukan bangsa kita, membangun konektivitas, membangun hubungan antar pulau, provinsi, kota dan kabupaten," ucap dia.

Dengan begitu, Jokowi mengatakan, itu akan mempercepat laju transportasi dan pengiriman barang, sehingga turut memudahkan masyarakat mendapat barang dan jasa dengan harga lebih rendah.

"Semua infrastruktur perhubungan termasuk jembatan akan membuat pergerakan barang dan pergerakan manusia menjadi cepat dan lebih lancar. Sehingga rakyat akan mendapt harga-harga barang, harga jasa yang jauh lebih murah. Ujungnya mempersatukan masyarakat karena ada interaksi dan komunikasi yg lancar antar masyarakat kita," tutur Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓