Stasiun Manggarai Bakal Jadi Pusat KA Jarak Jauh Mulai 2021

Oleh Liputan6.com pada 05 Des 2019, 14:46 WIB
Diperbarui 05 Des 2019, 14:46 WIB
Rencana Pemindahan Pelayanan Kereta Api Jarak Jauh

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pada 2021 Stasiun Manggarai akan menjadi pusat sentral kereta api menggantikan Stasiun Gambir. Nantinya, semua layanan kereta seperti KA Jarak Jauh, Ka Bandara, dan KRL akan berpusat semua di Manggarai.

"Jadi intra moda kereta api di stasiun sentral Manggarai," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, di Kantornya, Jakarta, Kamis (5/12).

Dia mengungkapkan untuk proses lelang pembangunan Stasiun Manggarai saat ini telah dimulai. Nantinya, pembangunan fase II ditargetkan selesai pada tahun 2021.

Adapun pembangunan fase II ini meliputi penyediaan 10 jalur KA ‎layang atau elevated. Nantinya Stasiun Manggarai akan memiliki 18 jalur KA, di mana delapan jalur KA sisanya berada di atas tanah atau on grid.

"Progresnya sudah masuk tahap II, sudah lelang. Kita harapkan 2021 sudah bisa beroperasi," jelasnya

 

2 dari 4 halaman

Pembangunan Fase I

Rencana Pemindahan Pelayanan Kereta Api Jarak Jauh
Aktivitas calon penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Supandi mengatakan pelayanan KA jarak jauh rencananya akan dipindahkan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Manggarai. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sementara untuk pembangunan fase I, saat ini masih berjalan. Sebagian pembangunan sudah selesai dilakukan misalnya seperti pembangunan Stasiun KA Bandara Manggarai dan beberapa tambahan jalur KA.

"Jadi yang sekarang dibangun itu tahap I yang ada stasiun KA bandaranya, termasuk jalur KA. Nanti akan dilanjut ke sisi timur," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 4 halaman

Rencana Manggarai Jadi Stasiun Sentral Dikritik Menteri Jonan, Ini Kata Kemenhub

Rencana Pemindahan Pelayanan Kereta Api Jarak Jauh
Aktivitas calon penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Rencana pemindahan pelayanan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir ke Stasiun Manggarai agar kapasitas pengguna KA semakin banyak. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kementerian Perhubungan berencana mengalihkan rute kereta jarak jauh ke Stasiun Manggarai dari sebelumnya di Stasiun Gambir. Nantinya, stasiun Manggarai akan menjadi stasiun sentral dan Stasiun Gambir akan menjadi stasiuan kereta listrik atau Commuter Line (KRL).

Namun rupanya rencana yang sudah drancang sejak lama tersebut mendapat kritikan pedas dari berbagai pihak. Stasiun Manggarai dan kawasan sekitarnya dinilai belum siap menjadi stasiuan sentral dimana nantinya kereta jarak jauh, KRL hingga kereta bandara akan berada di stasiun tersebut.

Kritik juga datang dari mantan menteri perhubungan sekaligus bapak Kereta Api Indonesia, yaitu Ignasius Jonan. Pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri ESDM ini menyebutkaan kereta jarak jauh kurang cocok dipusatkan di Stasiun Manggarai sebab masih terlalu padat.

Saat dikonfirmasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut. "itu nanti ya," kata Budi Karya saat ditemui usai diskusi bertajuk 'Transportasi Massal di Ibu Kota Baru' Seperti Apa?' di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Sementara itu, Kepala Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyambut positif kritikan tersebut. Namun, dia menegaskan pemerintah telah melakukan studi dan mendesain konsep pembangunan tersebut secara menyeluruh dan sejak lama.

"Kalau pak Jonan kan Bapak Pembangunan KA di Indonesia. Beliau tahu persis kondisi Gambir ini paling lengkap dibanding Manggarai dan sebagainya," kata Sugihardjo.

Dia mengungkapkan salah satu tantangan dalam layanan perkeretaapian adalah terus meningkatnya penumpang KRL. Dia mengutip data saat ini penumpang KRL selalu jutaan.

Oleh sebab itu, lanjutnya, perlu ada pemisahan jalur antara KRL dengan KA Jarak Jauh.

"Penumpangnya saja sudah mencapai 1,2 juta (per hari), kalau mau tambah terus ini enggak bisa. Karena jumlah penumpang padat karena frekuensi keretanya terbatas, tak bisa ditambah karena sudah sangat rapat, Yang ideal pemisahan itu bisa dilakukan dua hal: DDT (jalu dwi ganda) hingga Cikarang sudah selesai. Simpulnya didesain, Manggarai didesain untuk pisahkan jarak jauh dan KRL," ujarnya.

Dia menceritakan rencana menjadikan stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral telah mencuat sejak zaman orde baru. Dia juga memastikan kawasan di sekitar stasiun Manggarai bakal ditata agar menjadi kawasan tertib lalu lintas dan terhindar dari kemacetan.

"Kalau dijadikan simpul harus lakukan penataan menyeluruh, ada penawataan kawasan stasiun," tegasnya.

Sementara itu, Stasiuan Gambir akan tetap berfungsi namun beralih menjadi stasiun KRL.

"Gambir itu tetap berfungsi. Gambir tidak dipindahkan, seperti sebagaimana fungsinya. Hanya hubnya itu di Manggarai," tutupnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓