Harta 50 Orang Terkaya Indonesia Bertambah Rp 78,98 Triliun dalam Setahun

Oleh Arthur Gideon pada 05 Des 2019, 08:55 WIB
Diperbarui 07 Des 2019, 07:13 WIB
Ilustrasi miliarder (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Forbes kembali mengeluarkan daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Posisi pertama masih diduduki oleh Keluarga Hartono dengan nilai kekayaan mencapai USD 37,4 miliar atau kurang lebih Rp 526,11 triliun.

Dikutip dari Forbes, Kamis (5/12/2019), meskipun perkeonomian Indonesia mengalami perlambatan dalam dua tahun terakir, tetapi 50 orang terkaya di Indonesia mampu menambah harta USD 5,6 miliar atau kurang lebih Rp ‭78,98 triliun dalam satu tahun.

Gabungan harta atau kekayaan yang dimiliki oleh 50 orang terkaya di Indonesia mencapai USD 134,6 miliar atau ‭1.898 triliun ‬di 2019.‬

Hampir setengah dari 50 orang terkaya di Indonesia mengalami kenaikan jumlah harta. Miliarder nasional yang mengalami lonjakan peringkat tertinggi adalah taipan energi Prajogo Pangestu.

Ia melompat tujuh peringkat ke posisi nomor tiga. Saham Barito Pasific yang merupakan perusahaan yang didirikannya naik tajam karena prospek permintaan yang diprediksi meningkat.

2 of 3

Hartono Bersaudara Kembali Jadi Orang Terkaya di Indonesia pada 2019

Djarum Foundation Beri Apresiasi Kepada Tim Senior Bridge Indonesia
Perwakilan Djarum Foundation, Budi Hartono (kanan) bersiap menyerahkan penghargaan kepada Bert T Polii (kiri) di Jakarta, Rabu (24/6/2015). Tim Bridge Indonesia berhasil menjuarai APBF Championship 2015 di Bangkok. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Forbes kembali mengeluarkan daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Posisi pertama masih diduduki oleh Hartono bersaudara. Harta yang dimiliki oleh kakak beradik Budi dan Michael Hartono ini mencapai USD 37,4 miliar atau kurang lebih Rp 526,11 triliun.

Dengan dinobatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia pada 2019, maka ini merupakan tahun kesebelas keluarga Hartono menduduki status sebagai orang terkaya di Indonesia.

Menurut Forbes, Kamis (5/12/2019), Hartono bersaudara mendapat lebih dari 80 persen kekayaan mereka dari investasi di PT Bank Sentral Asia Tbk (BCA). Keluarga Hartono membeli saham BCA dari keluarga kaya lainnya yaitu Salim.

Salim kehilangan kendali atas BCA pada saat krisis keuangan melanda Indonesia dan beberapa negara lain di dunia pada tahun 1997-1998.

Akar kekayaan Hartono bersaudara adalah pabrik rokok kretek Djarum. Perusahaan ini sudah dimulai sejak ayah mereka menjalankan perusahaan ini. Saat ini perusahaan ini dijalankan oleh Putra Budi Hartono yaitu Victor Hartono.

Selain Pabrik rokok, keluarga Hartono juga memiliki perusahaan elektroni Polytron dan beberapa properti di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by