Pegadaian Tawarkan Layanan Umrah dan Wisata Halal ke Timur Tengah

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 30 Nov 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 30 Nov 2019, 19:00 WIB
Jelang Lebaran, Transaksi Gadai Meningkat 15 Persen
Perbesar
Warga saat bertransaksi di pegadaian di Jakarta, Kamis (15/6). Meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang Lebaran membuat banyak orang menggadaikan barang berharga guna memenuhi kebutuhan yang mendesak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) jalin kerjasama dengan market place berbasis syariah PT Gohalalgo, beserta 6 perusahaan biro perjalanan terkemuka yang tergabung dalam Perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) guna mempermudah akses umroh dan perjalanan wisata lainnya ke Timur Tengah.

Kegiatan tersebut ditandai dengan kegiatan penandatangan perjanjian kerjasama dengan PT Gohalalgo, maupun biro perjalanan Aqobah Tour & Travel, Tazkia Tour & Travel, Patuna Tour & Travel, Permata Tour & Travel, Permata Tour & Travel, dan Madani Tor & Travel yang berlangsung di Kantor Pusat Pegadaian, Jumat (29/11/2019) kemarin.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo mengatakan, kerjasama ini ditujukan untuk mempermudah akses masyarakat guna mendapatkan produk pembiayaan wisata yang ditawarkan Pegadaian yang bernama Arrum Safar.

 

"Arrum Safar merupakan pembiayaan berbasis syariah untuk keperluan perjalanan wisata rohani seperti ibadah umroh atau perjalanan wisata halal lainnya dengan jaminan emas/berlian atau barang berharga lain seperti sertifikat tanah/bangunan, BPKB atau dokumen yang menunjukkan kemampuan membayar (SK/payroll gaji)," terangnya, Sabtu (30/11/2019).

Harianto mengharapkan produk Arrum Safar ini menjadi produk unggulan yang diminati masyarakat sebagaimana produk Arrum haji atau tabungan emas yang lebih dulu diluncurkan.

Lebih lanjut, ia mengatakan produk Arrum Safar disediakan bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah umroh atau melakukan perjalanan ziarah atau wisata halal lain, baik di dalam maupun luar negeri.

"Saat ini produk Arrum Safar masih dalam proses uji coba untuk internal karyawan Pegadaian. Jadi belum diluncurkan untuk masyarakat luas karena masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penendatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari ihktiar mempersiapkan infrastruktur sehingga ketika izin OJK turun, produk ini dapat langsung diakses oleh masyarakat luas," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Pegadaian Bakal Beli Fintech

pegadaian
Perbesar
PT Pegadaian (Persero) kembali menggelar Program Badai Emas yang hadir untuk masyarakat dengan konsep yang lebih besar dan akan menghadirkan berbagai hadiah bernilai MilIaran Rupiah

PT Pegadaian (Persero) ingin melebarkan saya bisnis baru berupa Financial Technology (fintech). Salah satunya dengan menggandeng perusahaan yang sudah bergerak pada bidang tersebut.

Direktur Utama Pegadaian ‎Kuswiyoto‎ mengatakan, saat ini perusahaanya masih melakukan seleksi perusahaan fintech yang boleh dikerjasamakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perusahaan yang sudah mendapat izin dari lembaga tersebut.‎

"Kami sedang pilih karena Pegadaian itu kan kuat dan namanya baik, kami tidak mau bekerja sama dengan fintech yang asal-asalan. Jadi kami harus cari fintech yang setara dan bagus yang bisa kami berkolaborasi," kata K‎uswiyoto, di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (30/9/2019).

Kuswiyoto melanjutkan, Pegadaian akan memilih perusahaan fintech yang memiliki kekuatan basis pelanggan, sistem permodalan dan manajemen risiko yang bagus.

"M‎ereka juga harus kuat permodalannya, sistemnya, manajemen risikonya bagus, dibuktikan misalnya dari tingkat NPL mereka yang tidak tinggi, gitu-gitu lah," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓