Anak Sulung Ciputra: Ayah Tak Berpesan Apa-Apa

Oleh Liputan6.com pada 28 Nov 2019, 17:45 WIB
Diperbarui 28 Nov 2019, 17:45 WIB
Keluarga Hadiri Persemayaman Jenazah Ciputra
Perbesar
Peti jenazah almarhum pengusaha Ciputra saat disemayamkan di Gedung Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Pendiri Ciputra Group tersebut meninggal pada usia 88 tahun di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Anak Sulung Ciputra, Rina Ciputra Sastrawinata mengaku tak memiliki firasat apapun ketika ayahnya yakni Ciputra meninggal dunia. Bahkan, dirinya juga tak mendapat pesan-pesan terakhir apapun dari sang ayah.

Rina mengatakan, ketika dirawat di rumah sakit pun dirinya masih sempat berkomunikasi dengan ayahnya melalui sambungan telepon. Namun, dirinya tak menyangka ketika takdir harus berkata lain memanggil ayahnya pulang.

"Memang tidak ada pesan terakhir, walaupun dua hari sebelum napas terakhir, masih bisa berkomunikasi," katanya saat melakukan konferensi pers di tempat persemayaman Almarhum Ciputra, Ciputra Word I, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Rina menambahkan, ayahnya memang sempat dirawat di rumah sakit Singapura kurang lebih 45 hari. Namun ditegaskan, kepergian ayahnya bukan karena mengidap penyakit, melainkan sudah memasuki usia tua.

"Ayah kami dirawat beberapa minggu berhubung usia tuanya, jadi memang perlu waktu lebih lama, jadi meninggal karena usia tuanya," jelas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cerita Ciputra Bertekad Sulap Kawasan Mengerikan Jadi Lokasi Wisata Ancol

Megawati Hadiri Peluncuran Buku Ir. Ciputra
Perbesar
Founder Ciputra Group, Ir. Ciputra memberi sambutan saat peluncuran buku sekaligus merayakan Ulang Tahun berdirinya Ciputra Grup yang ke 36 Tahun, di Jakarta, Rabu (29/11). Buku tersebut mengenai Biografi tentang Ir. Ciputra. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sembilan bulan lalu, sebelum Ciputra meninggal dunia, dia sempat menerbitkan buku. Tepatnya pada 4 Maret 2019, buku tersebut terbit.

Buku karya Alberthiene Endah tersebut merupakan biografi yang berjudul, Ciputra The Entrepreneur. Isinya menceritakan mengenai kisah hidup dan jatuh bangun Ciputra dalam berbisnis. 

Dalam buku itu, Ciputra yang akrab disapa Pak Ci menuturkan awal mula ide membangun beberapa proyek di Jakarta, salah satunya Ancol.

Saat itu ia ditunjuk menjadi pemimpin di PT Pembangunan Jaya. Dengan kepercayaan menggarap proyek Senen dalam bidang pembangunan properti.

Kala proses pembangunan proyek Senen ini, dia menyempatkan diri berlibur. Sekadar menyegarkan pikiran dari beban pekerjaan.

Ci memutuskan untuk pergi ke Amerika, Eropa, dan negara Asia. Tujuannya bukan liburan semata. Melainkan untuk mencari ide dan inovasi baru yang bisa dia terapkan di Indonesia.

Dari sinilah, terbesit ide Ciputra untuk membangun kawasan rekreasi di Jakarta seperti Disneyland di Los Angeles, Amerika, atau Copacabana Beach di Brasil.

Akhirnya impian itu datang. Terdapat proyek di belahan utara Jakarta, Ancol. Kawasan itu berada tepat di sepanjang pantai Jakarta.

Saat itu, kawasan Ancol masih belum tergarap. Banyak tumbuhan liar yang tumbuh, bahkan banyak hewan yang tinggal di situ, salah satunya monyet dan ular. Namun, di balik rawa itu terdapat pantai yang indah.

Tahun 1966, akhirnya Ciputra bisa merealisasikan impian untuk membangun kawasan rekreasi di Ancol. Meskipun muncul beberapa kendala, seperti kurangnya dana.

Namun, Ci tetap yakin bisa menyulap kawasan Ancol, karena menurutnya proyek itu sangat menarik dan akan menjadi destinasi wisata yang diminati banyak orang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓