Pertamina Siap Ikut Terjun Kembangkan Kendaraan Listrik

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 27 Nov 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 27 Nov 2019, 17:00 WIB
Ilustrasi Mobil Listrik.

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) siap menggeser lini bisnis untuk ikut serta mengembangkan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Kehadiran kendaraan listrik, ke depan diyakini akan mengubah pasar kendaraan secara global.

"Sangat relevan dengan yang kita lakukan sekarang. Disrupsi yang kita hadapi, Pertamina selalu berupaya merespon apapun yang ada di global, contoh EV," kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Heru Setiawan di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Dia mengatakan kendaraan listrik dalam waktu lima tahun mendatang juga akan banyak menghiasi Indonesia. Untuk itu, pihaknya berencana membangun pabrik baterai.

"Kita mau bangun pabrik baterai, demand ga banyak tapi kita siapkan itu. Kita siap berubah. Kita siap untuk bisa menyanbut EV, " tegas dia.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Cari Partner

Hyundai Motor Company resmi memperkenalkan konsep mobil listrik Hyundai 45 EV di Frankfurt Motor Show 2019, September lalu
Hyundai Motor Company resmi memperkenalkan konsep mobil listrik Hyundai 45 EV di Frankfurt Motor Show 2019 (Hyundai Indonesia)

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) kembali menyatakan niat untuk ikut terjun ke dalam industri produksi baterai kendaraan listrik. Langkah ini dilakukan seiring dengan upaya pemerintah yang gencar mengobarkan program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL).

VP New and Renewable Energy Investment, Planning and Risk Management Directorate Pertamina, Kristyadi Winarto, mengatakan pihaknya saat ini tengah mencari partner yang cocok untuk membangun industri baterai kendaraan listrik.

"Sekarang dalam market study dan pencarian partner. Jadi kita melihat potensi market berapa dan sedang mencari partner yang memenuhi kriteria," kata dia di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Namun, dia menambahkan, Pertamina belum mengetahui besaran dana yang akan diinvestasikan untuk terlibat dalam produksi baterai tersebut.

"Walaupun secara personal Pertamina punya kemampuan, cuma untuk lebih menjual produknya kita perlu partner tadi. Kalau baterai itu kan ada beberapa kriterianya yang dipercaya industri otomotif," beber dia.

Lanjutkan Membaca ↓