Aturan Skuter Listrik Bakal Terbit, Usia Pengemudi Minimal 17 Tahun

Oleh Athika Rahma pada 27 Nov 2019, 11:28 WIB
Diperbarui 27 Nov 2019, 11:28 WIB
Pemprov DKI Siapkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik
Perbesar
Pengguna jalan mengendarai otopet atau skuter listrik di Jakarta, Rabu (16/10/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyiapkan regulasi untuk penggunaan skuter listrik di jalur sepeda. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerbitkan aturan penggunaan skuter listrik. Belakangan ini alat transprotasi ini menjadi kontroversi di ranah publik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, isi Surat Edaran tentang Kendaraan Bermotor dengan Kecepatan Rendah yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012.

Dalam surat tersebut, disebutkan kendaraan bermotor meliputi motor bakar, motor listrik dan kombinasi motor bakar dan listrik harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

"Motor penggerak tersebut adalah motor yang dirancang untuk kendaraan bermotor dengan kecepatan yang tidak lebih dari 25 km per jam pada jalan datar harus mempunyai daya untuk dapat mendaki pada jalan tanjakan dengan sudut kemiringan minimum 8 derajat dengan kecepatan minimum 20 km per jam pada segala kondisi jalan," ujar Budi, mengutip keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Rabu (27/11/2019).

Demikian pula dengan pengaturan operasinya, yang mana terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi, antara lain: pengemudi minimal berusia 17 tahun, wajib mengenakan helm berlogo SNI.

Selain itu juga pengereman skuter listrik harus berjalan maksimal jika dioperasikan pada kecepatan 25 km per jam serta dapat berhenti sepenuhnya dalam jarak paling jauh 9 meter dari titik awal pengereman.

 

2 dari 3 halaman

Dilarang Modifikasi

Pemprov DKI Kaji Aturan Penggunaan Skuter Listrik
Perbesar
Seorang pria mengendarai skuter listrik di trotoar Jakarta, Jumat (22/11/2019). Tidak ada sanksi dari Pemprov DKI Jakarta terhadap pengguna skuter listrik selama regulasi yang mengatur masih dalam pembahasan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Kemudian, kendaraan harus dilengkapi sistem lampu dan alat pemantul cahaya. Dilarang melakukan modifikasi daya motor untuk menambah kecepatan.

Komponen skuter listrik juga harus dirancang dengan baik, jika hanya dirancang untuk 1 orang maka dilarang membawa penumpang.

"Skuter listrik juga harus dioperasikan dalam jalur atau kawasan tertentu yang dilengkapi dengan perlengkapan jalan, seperti yang telah diatur Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta misalnya, skuter listrik dapat dioperasikan di jalur sepeda," pungkas Budi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓