Menhub Budi Karya Beberkan Prestasi Maritim Indonesia di Sidang IMO

Oleh Athika Rahma pada 27 Nov 2019, 11:10 WIB
Diperbarui 27 Nov 2019, 11:10 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sampaikan komitmen Indonesia dalam menciptakan pelayaran yang aman di sidang International Maritime Organization (IMO) ke-31 di London.
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sampaikan komitmen Indonesia dalam menciptakan pelayaran yang aman di sidang International Maritime Organization (IMO) ke-31 di London.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan komitmen dan kontribusi Indonesia di dalam menciptakan pelayaran yang aman serta berwawasan lingkungan. Komitmen tersebut disampaikan pada sidang International Maritime Organization (IMO) ke-31 di London, Senin (26/11/2019).

Selama 2 tahun terakhir menjabat sebagai anggota Dewan IMO, Indonesia telah merancang Skema Pemisahan Lalu Lintas atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok. Skema ini telah diadopsi pada Sidang Maritime Safety Committee ke-101 pada Juli lalu.

Budi juga menyampaikan dukungan Indonesia dalam implementasi rencana strategis IMO.

"Indonesia akan mendukung IMO dalam implementasi rencana strategis dan program lainnya dalam upaya mewujudkan keseimbangan kebutuhan pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, keamanan, keselamatan dan perlindungan lingkungan pelayaran internasional," tutur Budi Karya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (27/11/2019).

Ke depan, Budi Karya juga akan fokus mengembangkan SDM untuk meningkatkan prestasi Indonesia yang lain.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Program Kerja Pemerintah

Peningkatan kapasitas SDM menjadi prioritas utama pada program kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk itu Indonesia akan terus meningkatkan kerjasama dengan IMO dalam meningkatkan kapasitas SDM melalui IMO Technical Cooperation Program,” katanya.

Sebagai langkah awal, Indonesia telah menyelenggarakan sebuah kursus singkat tentang Non-Convention Vessel Standard atau Standar Kapal Non-Konvensi pada awal bulan November 2019 untuk berbagi pengalaman Indonesia tentang penerarapan standar tersebut sekaligus mempererat hubungan kerjasama Selatan-Selatan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya