Perbaikan Irigasi Gumbasa Selesai, 1.070 Ha Sawah di Sigi Kembali Teraliri Air

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 27 Nov 2019, 10:59 WIB
Diperbarui 27 Nov 2019, 10:59 WIB
Bendung dan Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Gumbasa tahap pertama di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Perbesar
Bendung dan Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Gumbasa tahap pertama di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu memfungsikan Bendung dan Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Gumbasa tahap pertama di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Saluran ini sempat rusak akibat gempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada 28 September 2018 lalu tetapi sebagian sudah mampu diperbaiki.

Kembali berfungsinya DI Gumbasa tahap I ini akan dapat memasok air untuk areal pertanian seluas 1.070 hektare (ha).

"Untuk rehabilitasi irigasi Gumbasa tahap I telah kita fungsikan untuk mengairi seluas 1.070 hektare sawah," kata Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/11/2019).

Wempi berharap irigasi ini dapat bermanfaat untuk membantu para petani. "Harapan saya dengan adanya perbaikan ini bisa menolong petani yang ada di Kabupaten Sigi," ungkapnya.

"Jadi masih ada sisa kurang 7.000 ha lagi, nanti akan diselesaikan pada tahun 2020-2021 dan tuntas di 2022. Tapi tidak banyak, hanya sedikit," dia menambahkan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Biaya

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu memfungsikan Bendung dan Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Gumbasa tahap pertama di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Perbesar
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu memfungsikan Bendung dan Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Gumbasa tahap pertama di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu Feriyanto Pawenrusi mengatakan, DI Gumbasa yang dibangun pada 1931 mulanya hanya berupa free intake dengan suplai air dari Sungai Gumbasa. Kemudian oleh Departemen PU dibangun menjadi bendung permanen pada 1976.

"Oleh karena pemanfaatannya sudah cukup lama, maka saat ini dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terbagi dalam dua tahap," ucap dia.

Tahap pertama rekonstruksi berupa rehabilitasi bendung dan saluran untuk areal pertanian seluas 1.070 ha dari Intake sampai dengan BGKn 7. Pekerjaan tahap I progresnya sudah mencapai 81,26 persen dan menelan biaya Rp 152 miliar.

 


Tahap II

Sementara untuk tahap kedua akan dilakukan perencanaan desain teknis melalui program ESP Loan ADB pada Desember 2019 hingga Agustus 2020, dan akan melayani sekitar 7.100 ha area pertanian potensial.

DI Gumbasa sendiri terletak di area Lembah Palu yang memanjang dari kaki hulu Sungai Gumbasa mengalir hingga Sungai Kawatuna di Kota Palu. Secara administratif, DI Gumbasa melayani 5 kecamatan yang berada di Kabupaten Sigi dan Kota Palu, yakni Kecamatan Gumbasa, Tanambulaya, Dolo, Sigi Biromaru, dan Palu Selatan yang memiliki luas irigasi potensial 8.180 ha.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya