Kendaraan Listrik juga Berpotensi Cemari Lingkungan, Kok Bisa?

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 26 Nov 2019, 14:34 WIB
Diperbarui 26 Nov 2019, 14:34 WIB
PLN Siapkan Stasiun Pengisian Listrik di 4 Kota

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memandang, program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) yang disinyalir lebih ramah lingkungan masih berpotensi terhadap penumpukan limbah.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan mengatakan, baterai kendaraan listrik secara fungsi harus diganti tiap 10 tahun. Baterai yang daya isinya habis kemudian akan menumpuk sebagai limbah seiring maraknya penggunaan kendaraan listrik.

Oleh karenanya, ia menilai, perlu dibuat suatu ekosistem khusus untuk dapat mendaur ulang baterai bekas tersebut.

"Masalah eskosistem, ada tidak yang nanti mau nampung mobil bekasnya? Yang penting juga, baterai kan 10 tahun abis, itu harus ganti. Baterai kan limbah tidak bisa dibuang, dipendem jadi mesti ada recycle," ungkapnya di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Selain itu, ia juga menganggap pengisian daya kendaraan listrik yang membutuhkan waktu lama. Di sisi lain, daya tahan baterai juga tergantung pada kondisi jalan yang dilalui dan cuaca.

Johnny juga menyoroti harga listrik untuk mengisi baterai yang tergolong mahal. Hal tersebut tentunya akan memberatkan masyarakat untuk dapat beralih dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik.

"Kalau dihitung per kWh itu mahal. Memang sekarang sudah ada yang berhasil (tekan harga), tapi berapa? Yang masuk breakeven 2030 itu yang baru masuk skala ekonominya itu idealnya 50 dolar AS," tukas dia.

2 dari 4 halaman

Pakai Kendaraan Listrik, Masyarakat Bisa Hirup Udara Segar

Konvoi Kendaraan Listrik Sambut Formula E 2020
Mobil BMW i8 Roadster, i8 Coupe dan BMW i3s mengawal konvoi mobil listrik jelang jadwal pelaksanaan balap mobil listrik atau Formula E 2020 di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaiki mobil listrik berjenis BMW i8 roadster. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengawal PLN dalam penyediaan energi kendaraan listrik di Indonesia, sehingga jumlahnya meningkat dan mengurangi emisi.

Moeldoko mengatakan, Pemerintah Indonesia‎ telah berkomitmen untuk menurunkan emisi dalam konfrensi perubahan iklim ke 21 (COP 21) di Paris Prancis pada Desember 2015. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, pemerintah telah berupaya mengurangi penggunaan energi fosil pada kendaraan.

"Untuk itu komitmen ini harus diwujudkan caranya mengurangi emisi dari penggunaan energi fosil," kata Moeldoko, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurut Moeldoko, ‎upaya mengurangi pengunaan kendaraan menggunakan energi fosil dengan mendorong penggunaan mobil listrik. Upaya tersebut pun harus didukung oleh PLN selaku operator penyedia listrik.

"Saya ingin membawa forum ini jauh ke depan. PLN memiliki misi membangun peradaban manusia untuk maju sejajaran dengan bangsa lain," tutur Moeldoko.

Moeldoko pun akan mengawal pengembangan kendaraan listrik, termasuk PLN dalam menyediakan energi kendaraan listrik. Hal ini untuk memperbaiki kondisi udara dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan.

‎"Selaku Kepala Kantor Staf Presiden mengawal ini, masyarakat Indonesia bisa menghirup udara segar karena ada energi pengganti," tandasnya. 

3 dari 4 halaman

Kurangi Polusi Udara di Jakarta, Anies Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

prototipe bus listrik pabrikan PT Mobil Anak Bangsa, diuji coba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Jumat (31/8/2018).
PT Angkasa Pura II menguji coba bus listrik prototipe milik PT Mobil Anak Bangsa (MAB) di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, kendaraan listrik dan sepeda sebagai solusi untuk mengurangi polusi udara yang menyelimuti Ibu Kota.

Pemprov DKI Jakarta pun mendorong warga Ibu Kota beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

"Kita menyadari banyak tantangan mengenai kualitas udara, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mendorong menggunakan kendaraan yang tidak menimbulkan polusi atau bebas emisi," kata Anies saat menghadiri acara Karnaval Jakarta Langit Biru di Bundaran Senayan, Jakarta, Minggu (27/10/2019).

Anies menambahkan, pembangunan jalur khusus sepeda sebagai salah satu langkah untuk mendukung penggunaan kendaraan bebas emisi dan mengurangi polusi udara.

Sementara, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (IUD) Jakarta Raya, Ikhsan Asaad mengatakan, tujuan karnaval tersebut adalah mempromosikan kendaraan listrik kepada masyarakat Jakarta.

"Salah satu tujuannya adalah bagaimana memasyarakatkan atau memperkenalkan kendaraan listrik kepada masyarakat sehingga kita mengharapkan ke depan makin banyak lagi pengguna kendaraan listrik di Jakarta," kata Ikhsan.

Karnaval digelar mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Akibat adanya karnaval tersebut, sejumlah ruas jalan dan rute transjakarta ditutup dan dialihkan.

Kegiatan Karnaval ini juga diramaikan dengan pertunjukkan kesenian Betawi dan menjadi ajang bagi masyarakat untuk menikmati Minggu sore dengan pertunjukan panggung musik di Bundaran Senayan 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓