Wadirut Freeport Orias Petrus Moedak Sambangi Kantor Erick Thohir, Ada Apa?

Oleh Athika Rahma pada 25 Nov 2019, 10:41 WIB
Diperbarui 25 Nov 2019, 10:41 WIB
Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Orias Petrus Moedak mendatangi Kementerian BUMN hari ini, Senin (25/11/2019).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Orias Petrus Moedak mendatangi Kementerian badan Usaha Milik Negara (BUMN), Senin (25/11/2019) pagi.

Orias datang sekitar pukul 10.15 WIB, Ia mengaku dipanggil oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Dipanggil ke atas (ruangan di Kementerian BUMN)," ujarnya singkat di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Orias datang mengenakan kemeja cokelat panjang bercorak. Begitu turun dari mobil, Waditur Freeport Orias langsung berjalan menuju lift.

Meski demikian, belum diketahui maksud dan tujuan Wadirut Freeport ini datang ke kantor Kementerian BUMN.

2 dari 2 halaman

Erick Thohir Serahkan 3 Nama Calon Dirut Inalum ke Jokowi

Kantor Pusat PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)
Kantor Pusat PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyerahkan tiga nama calon Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Erick juga telah menyerahkan nama Direksi Utama PT Bank Mandiri dan PT Bank Tabungan Negara.

“Hari ini kia ajukan Inalum, nanti tunggu keputusannya mungkin satu dua hari,” kata Erick usai rapat Tim Penilai Akhir (TPA) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Erick enggan merinci nama tiga calon Dirut Inalum yang diusulkan kepada Jokowi. Dia juga menolak berkomentar dari mana asal tiga calon tersebut. “Ya tidak bisa ngomong,” ujar Erick

Sebagai informasi, Jokowi sudah memutuskan nama-nama yang akan menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri dan PT Bank Tabungan Negara. Erick berharap, keduanya bisa menangani persaingan di dunia perbankan di tengah arus globalisasi.

“Data perbankan kan terbuka pada 2020, modal disetor juga menjadi hal yang signifikan ke depan. Ini yang kami perhatikan,” kata Erick.

Dia melanjutkan, ke depan para dirut harus bisa menyesuaikan model bisnis dengan perkembangan teknologi. Terlebih saat ini sebagian masyarakat banyak yang menggunakan e-payment.

“Di mana-mana sudah cashless, di kantor bank sudah tidak antri, banyak isu yang harus direvisi ulang,” ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓