IHSG Ditutup di Zona Merah, Melemah ke 6.100,24

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 22 Nov 2019, 16:13 WIB
Diperbarui 22 Nov 2019, 16:13 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (22/11/2019), IHSG ditutup melemah 17,12 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.100,24. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,29 persen ke posisi 977,45.

Sebanyak 245 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 152 saham menguat dan 148 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 481.453 kali dengan volume perdagangan 8,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,5 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 159,10 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.090.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor saham melemah. Pelemahan dipimpin sektor indusrti dasar yang turun 1,06 persen, disusul sektor konstruksi yang melemah 0,64 persen, kemudian sektor keuangan turun 0,39 persen.

Sementara empat sektor saham yang mengalami penguatan paling besar yaitu sektor perkebunan yang naik 0,22 persen, sektor infrastruktur menguat 0,19 persen dan sektor aneka industri naik 0,15 persen.

Saham-saham yang melemah yang mendorong IHSG ke zona merah antara lain BKSW yang turun 25 persen ke Rp 120 per saham, BAYU melemah 24,79 persen ke Rp 910 per saham dan WOWS turun 24,64 persen ke Rp 312 per saham

Saham-saham yang menguat diantaranya KPAS yang naik 34,92 persen ke Rp 85 per lembar saham, HELI menguat 28,57 persen ke Rp 180 per lembar saham dan ENVY menguat 25 persen ke Rp 1.100 per lembar saham.

 

2 dari 4 halaman

Sesuai Prediksi

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi terkonsolidasi usai Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,00 persen.

Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko menjelaskan, indeks kini memasuki tren sideways dengan rentang support 6.080 dan resistance 6.150.

"Pelaku pasar harap memperhatikan level 6.080 sebagai cutloss point karena penembusan akan trigger kelanjutan koreksi ke 5.989-5.920," ujarnya Jumat (22/11/2019).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi terkonsolidasi usai Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,00 persen.

Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko menjelaskan, indeks kini memasuki tren sideways dengan rentang support 6.080 dan resistance 6.150.

"Pelaku pasar harap memperhatikan level 6.080 sebagai cutloss point karena penembusan akan trigger kelanjutan koreksi ke 5.989-5.920," ujarnya Jumat (22/11/2019).

Untuk sentimen global, dukungan kongres Amerika Serikat (AS) pada demonstran di Hongkong membuat investor berspekulasi akan mempersulit prospek untuk kesepakatan perdagangan AS-China yang akan berlangsung pada bulan ini.

Presiden Donald Trump diperkirakan akan menandatangani undang-undang yang mendukung demonstran di Hongkong.

Seirama, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat memperkirakan IHSG juga akan terkonsolidasi pada support resistance 6100-6180.

"Negatifnya prospek kesepakatan perdagangan AS-China akibat dukungan kongkres AS pada demonstran Hongkong menjadi katalis utama," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Saham Pilihan

20160801-IHSG-Melesat-Jakarta-AY
Pekerja menunjuk layar sekuritas di Jakarta, Senin (1/8). Pada perdagangan preopening, IHSG bergerak menguat 64,216 poin (1,23%) ke 5.280,210. Sementara indeks LQ45 bergerak naik 16,105 poin (1,80%) ke908.947. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun untuk hari ini Lanjar menganjurkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), serta saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Kemudian saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Indika Energy Tbk (INDY), serta saham PT Astra International Tbk (ASII).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓