Pekerja Indonesia Berpeluang Naik Gaji Hingga 30 Persen di 2020

Oleh Tira Santia pada 21 Nov 2019, 20:13 WIB
Diperbarui 21 Nov 2019, 20:13 WIB
Ilustrasi gaji.

Liputan6.com, Jakarta Pekerja Indonesia berpeluang naik gaji 15 sampai 30 persen 2020. Ini seiring perkembangan ekonomi digital di Indonesia, yang tumbuh pesat di kawasan Asia Tenggara, dimulai tahun 2015-2019.

Hal ini terkuak dari survey Robert Walters Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru dari Google dan economy SEA 2019, ekonomi digital Indonesia tahun 2019 naik hingga lima kali lipat, mencapai USD 40 miliar atau Rp 563 triliun (USD 1 = Rp 14.066). Ini dibandingkan tahun 2015, yang hanya mencapai USD 8 miliar atau Rp 112 triliun.

"Di Indonesia, digitalisasi yang terus terjadi ini akan menjadi faktor utama dalam penentuan strategi perekrutan. Permintaan akan profesional yang menguasai teknologi, manager dengan keterampilan hybrid dan 'glocal' profesional. Talenta dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang budaya dan pola pikir global maupun lokal, akan terus naik." ujar Country Manager Robert Walters Indonesia, Eric Marry di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Kondisi ini mendorong tingginya permintaan akan talenta digital, termasuk manager dengan keahlian "hybrid" pada tahun depan.

Selain itu, hal ini turut berpengaruh terhadap kenaikan gaji pada pekerja profesional, seperti sektor akuntansi dan keuangan, perbankan dan layanan keuangan, SDM, hukum, sales and marketing, TI, supply chain dan manufaktur.

Dari prediksi, kenaikan gaji bagi pekerja profesional yang dipromosikan atau berpindah pekerjaan, bisa mencapai 15 persen hinga 30 persen. Meski itu masih tergantung pada keahlian dan senioritas.

 

2 dari 2 halaman

Lainnya

Naik Gaji Tapi Dompet Lebih Cepat Kosong? Kenali 5 Penyebabnya
Simak 5 penyebab utama yang membuat dompet Anda lebih cepat kosong, sesudah kenaikan gaji.

Selain itu, pekerja profesional berharap mendapatkan bonus lebih dari 15 persen dari gaji tahunan mereka. Selanjutnya, bagi pekerja tetap yang memiliki kinerja bagus pada jabatannya, berpeluang naik rata-rata 8 persen.

"Kami melihat untuk semua posisi di seluruh sektor, perusahaan mulai melihat kandidiat di luar keterampilan teknisnya semata. Sebab, keterampilan dalam business partnership, kemampuan beradaptasi, kemampuan belajar, dan keterampilan mengelola stakeholders akan sangat dicari," jelas dia.

Dia menyatakan, untuk memenangkan para profesional dengan keterampilan seperti ini, manager perekrutan perlu menunjukkan peluang pengembangan karir. Serta menawarkan benefit yang saat ini banyak dicari seperti kebebasan untuk untuk bekerja jarak jauh atau jam yang fleksibel.

Lanjutkan Membaca ↓