Edhy Prabowo: Tanpa Pengusaha, Ekonomi Suatu Negara Tak Bisa Jadi Besar

Oleh Liputan6.com pada 18 Nov 2019, 16:30 WIB
Diperbarui 19 Nov 2019, 15:15 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menghadiri dialog dan focus group discussion (FGD) bersama Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dalam pertemuan itu, dirinya menyampaikan peran penting dunia usaha dalam roda perekonomian di Tanah Air.

Menteri Edhy mengatakan Kadin menjadi salah satu organisasi besar di Indonesia yang berkomitmen dalam memajukan perekonomian Indonesia. Sehingga dirinya pun memandang perlu melakukan komunikasi mendalam dengan para pelaku tentang apa-apa saja yang menjadi hambatan selama ini, utamanya di sektor perikanan.

"Tidak mungkin suatu negara besar membangun ekonomi kalau pengusahanya tidak di ajak. Tidak ada negara besar menganaktirikan dunia usahanya," kata Menteri Edhy di Menara Kadin, Jakarta, Senin (18/11).

 

Dia mencontohkan, Prancis dengan semangatnya telah membangun kekuatan ekonominya. Namun di tengah semangat membangun tersebut mereka justru ditinggalkan oleh para pelaku usahanya. Sehingga menjadikan negara tersebut alami pelemahan atau resesi.

"Oleh karenanya peran Kadin sangat besar," singkatnya.

Sementara Ketua Umum Kadin, Rosan P Roeslani menyambut baik kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Menurutnya Menteri Edhy juga menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju perdana yang bertandang ke kantornya.

"Terimakasih telah bersedia hadir di kantor kami. Bapak dari Kabinet Indonesia maju yang datang ke Kadin pertama. Besok hadir Bu Menlu dan Mendag. Jumat Menperin, dan masih ada beberapa yang akan hadir di sini," ujarnya.

Kepada Menteri Edhy, Rosan mengatakan, sektor perikanan adalah sektor dengan potensi besar yang perlu dikembangkan Iebih jauh, tidak hanya dari nilai ekonominya saja, namun juga dari peningkatan sumber daya manusia serta tata kelolanya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan investasi di sektor ini.

“Dunia usaha menunggu gebrakan pemerintah, kita harapkan kebijakan itu bisa pro bisnis sehingga industri perikanan kita berkelanjutan dan investasi banyak masuk," tambah Rosan.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Pentingnya Peran Perikanan

Pasar Ikan Modern Muara Baru Mulai Ditempati Pedagang
Pedagang menyortir ikan di Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru, Jakarta, Kamis (21/2). PIM Muara Baru memiliki berbagai fasilitas. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menyampaikan pentingnya pengembangan tentang perikanan tangkap dan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi perairan, serta perdagangan perikanan dalam negeri dan ekspor yang perlu didorong.

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian KKP menargetkan ekspor di sektor perikanan mencapai 6 miliar dollar AS pada 2020, naik dibandingkan 2019 yang hanya sebesar 5,5 miliar dollar AS. Sementara konsumsi perikanan dalam negeri, di tahun 2018 mencapai 50,69 Kg per kapita dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 54,49 per kapita

“Kita harapkan KKP memberikan dukungan reQUIasi agar dunia usaha bersama pemerintah bisa mencapai apa yang sudah ditargetkan. Bagaimanapun kemudahan izin bagi pengusaha sangat penting untuk bisa menggerakkan sektor riil." kata Yugi.

Ke depan, Pihaknya berharap sektor kelautan dan perikanan mampu menjawab tantangan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi aktif dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓