Bareng Pelaku Usaha, BEI dan OJK Genjot Inklusi Keuangan

Oleh Liputan6.com pada 18 Nov 2019, 12:26 WIB
Diperbarui 18 Nov 2019, 13:15 WIB
100 Lebih Perusahaan Ramaikan Fintech Summit and Expo 2019

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan e-commerce Indonesia, Tokopedia, menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI), Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kampanye #InvestasiAjaDulu. Kolaborasi ini merupakan bagian dari Gerakan Money Market Fund (GM2F) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

AVP of Fintech Tokopedia, Samuel Sentana, mengatakan kegiatan ini merupakan proses yang berkelanjutan sekaligus dukungan Tokopedia terhadap gerakan nasional #PasarUanginAja yang diluncurkan OJK.

Ini juga menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan semangat investasi di tengah masyarakat Indonesia dalam mengakselerasi pemeratan ekonomi secara digital.

"Bentuk kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan dari mahasiswa maupun ibu rumah tangga agar mereka mendapatkan edukasi yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai investasi dalam mempersiapkan masa depan mereka," katanya dalam peluncuran di Jakarta, Senin (18/11).

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, mengapresiasi langkah inisatif Tokopedia dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui gerakan kampanye ini. Dia berharap dalam perjalanannya ke depan akan sukses dan lancar memberikan dampak positif bagi pasar modal di Tanah Air.

"Kami memandang ini suatu inisiatif menarik dan juga positif, BEI sebagai penyelenggara perdagangan akan terus mendorong peningkatan inklusi keuangan yang ditargetkan kepada kelompok milenial kita, terutama dalam investasi. Kami sambut baik inisiatif dan kerja sama Tokopedia," kata dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Tren Investasi

20151104-OJK Pastikan Enam Peraturan Akan Selesai Pada 2015
Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta,(4/11/2015). Pengawas Pasar Modal OJK mengatakan pembahasan enam beleid sudah final karena tidak ada lagi perdebatan dari segi substansi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Sujanto, mengatakan pihaknya mengamati betul dinamika tren investasi mikro di masyarakat yang terus bergerak naik. Hal itu ditandai dengan minat masyarakat yang ingin berinvestasi di reksadana juga kian meningkat.

"Investor capai lebih dari 1,5 juta peningkatan ini tidak lepas dari inisiatif penjualan reksadana dari industri pemasaran melalui platform digital, sehingga menjangkau seluruh pelosok," kata dia.

Dia pun berharap melalui kolaborasi ini ke depannya investor yang ingin investasi di reksadana akan terus meningkat. "Oleh karena itu, kami dukung gerakan ini dalam meningkatkan investor pasar modal, khususnya reksadana. Program kampanye ini berjalan sukses tanpa kendala. Dapat menyebar pelaku industri pengelolaan lainnya," tandasnya.

Ketua Presidium Dewan APRDI, Prihatmo Hari Muljanto, menambahkan saat ini investasi di reksadana sudah hampir tembus mencapai Rp 500 triliun. Dari jumlah tersebut komposisi investor paling banyak masih berada di institusi. Melalui kolaborasi ini, dia berharap kekuatan platform bisa memberikan pengembangan untuk reksadana.

"Kami juga pesankan kepada teman Tokopedia, mohon diperhatikan aspek perlindungan investor, tapi kalau berita buruk nyebarnya cepet juga jangan sampai backfire kepada kita industri," tandasnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓