Pasca Gempa Maluku Utara, Pasokan Listrik Tetap Optimal

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 15 Nov 2019, 17:29 WIB
Diperbarui 15 Nov 2019, 17:29 WIB
Kerasnya Gempa Bermagnitudo 7,1 Richter , Merobohkan Salah Satu Tembok Rumah Warga
Perbesar
Beberapa rumah warga di Ternate yang rusak akibat gempa Maluku Utara (Doc : BPBD Maluku Utara)

Liputan6.com, Jakarta PLN memastikan kondisi kelistrikan di Provinsi Maluku Utara pasca gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Maluku Utara tersebut aman, saat ini kebutuhan listrik dapat terpenuhi dengan optimal.

Vice President PLN Dwi Suryo mengatakan, pasca gempa di Maluku Utara terdapat kerusakan pada satu penyulang sehingga menyebabkan pemadaman di tiga penyulang lainnya, namun PLN telah berhasil menormalkan kondisi kelistrikan tersebut.

“Pasca gempa tersebut kami langsung berkoordinasi dengan Unit-Unit Pelaksana yang berada di wilayah Maluku Utara guna memastikan kondisi sistem kelistrikan, serta menginventarisir aset ketenagalistrikan yang ada disana apabila mengalami kerusakan. Alhamdulillah hingga saat ini semuanya dipastikan aman," kata Dwi, di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Untuk PLN UP3 Ternate, wilayah kerjanya yang paling dekat dengan titik terjadinya gempa yaitu di Pulau Batang Dua dan kondisi kelistrikan di daerah tersebut dipastikan aman dengan Daya Mampu sebesar 110 kilo Watt (kW) dan Beban Puncak sebesar 98 kW. Sedangkan untuk di sistem Ternate-Tidore, juga dipastikan aman dengan Daya Mampu sebesar 52 Mega Watt (MW) dan Beban Puncak sebesar 40,8 MW.

Lalu untuk Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi wilayah kerjanya yang paling dekat dengan titik terjadinya gempa yakni di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jailolo yang juga dipastikan aman dengan Daya Mampu sebesar 3,86 MW dan Beban Puncak sebesar 3,78 MW.

Di samping itu, untuk PLN UP3 Tobelo yang meliputi Tobelo dan Daruba atau Pulau Morotai juga dipastikan aman. Untuk sistem kelistrikan di Tobelo sendiri yaitu dengan Daya Mampu sebesar 10,7 MW dan Beban Puncak sebesar 8 MW. Sedangkan untuk sistem Daruba yakni Daya Mampu sebesar 3,4 MW dengan Beban Puncak sebesar 2,1 MW.

"PLN juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menghubungi Contact Center PLN 123 maupun kantor PLN terdekat apabila terdapat gangguan kelistrikan di sekitarnya," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Pasokan Listrik Maluku Utara Normal Usai Gempa Magnitudo 7,1

Gempa Maluku Utara
Perbesar
Barang-barang rumah tangga berjatuhan usai gempa magnitudo 7,4 mengguncang Maluku Utara. (Liputan6.com/Hairil Hiar)

PT PLN (Persero) menyatakan, pasokan listrik di Maluku Utara tetap normal usai gempa yang mengguncang wilayah tersebut dengan magnitudo 7,1 pada Jumat dini hari (15/11/2019).

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Ahmad Rofik mengatakan, kondisi kelistrikan saat kejadian gempa dan setelah kejadian tetap normal. Hal ini terbukti dengan tidak adanya pemadaman listrik usai gempa di wilayah Maluku Utara.

"Saat terjadi gempa sampai saat ini kondisi kelistrikan di Kota Ternate normal, tidak terjadi pemadaman," kata Rofik, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Menurut Rofik, seluruh aset PLN, baik jaringan, pembangkit dan bangunan sampai saat ini dalam kondisi aman. Selain itu, para pegawai PLN pun tidak ada yang menjadi korban bencana tersebut.

"Seluruh sumber daya manusia dalam kondisi aman," ujarnya.

Dia melanjutkan, kondisi infrastruktur kelistrikan yang berdekatan dengan pusat gempa juga masih beroperasi. Untuk diketahui pusat gempa berada di laut Maluku atau lebih tepatnya di perairan antara Ternate dan Manado.

"Salah satu unit yang lokasinya sangat dekat dengan titik gempa, yakni Kampung Batang Dua, saat terjadi gempa sampai saat ini tidak terjadi pemadaman," katanya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓