Jokowi: 10 Tahun Lagi Kualitas Manusia Indonesia Bakal Meningkat

Oleh Bawono Yadika pada 14 Nov 2019, 15:14 WIB
Diperbarui 14 Nov 2019, 16:17 WIB
Presiden Jokowi Hadiri Rakornas Indonesia Maju

Liputan6.com, Jakarta - Selain melanjutkan pembangunan infrastrukrur, kabinet Indonesia Maju 2019-2024 fokus membangun sumber daya manusia (SDM).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, meski penuh tantangan, langkah pembangunan SDM perlu dilakukan dari sekarang.

"Risiko ini yang harus kita ambil, apalagi SDM 10-20 tahun lagi anak-anak kita sekarang muncul dalam level SDM yang kualitas lebih baik," tuturnya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Jokowi bercerita, masyarakat harus sabar memetik buah manis pembangunan SDM yang dilakukan pemerintah. Sebab,hal ini membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan masih akan melanjutkan pembangunan infrastruktur, terutama bagaimana infrastruktur dapat menghubungankan sentra-sentra produksi ekonomi baru bagi Indonesia.

"Pembangunan 5 tahun ke depan itu mulai dihubungkan infrastrukturnya. Ini harus dikoleksikan dengan kawasan-kawasan wisata sekitar airport. Harus dikoneksikan ke titik-titik lainnya. Juga tol disambungkan ke sentra-sentra produksi. Misalnya pertanian, perkebunan, nelayan dihubungkan ke kawasan wisata dan sebagainya," ujarnya.

Jokowi pun optimistis Indonesia dapat meraih sebutan sebagai negara maju di tahun-tahun mendatang, terutama menuju Indonesia besar 2045.

"Mau tidak mau kita harus masuk ke agenda besar ini. Infrastruktur akan terus kita lanjutkan. Dan saya belajar dari negara-negara maju, bahwa memang infralah fondasi atau tahapan besar untuk suatu negara bisa maju (developed)," kata dia.

2 of 3

Bangun SDM, Jokowi Minta Airlangga untuk Kurangi Defisit

Presiden Jokowi Hadiri Rakornas Indonesia Maju
Presiden Joko Widodo memberikan pidato pada Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Forum ini untuk mensinergikan program-program pemerintah pusat dengan daerah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ke depan akan berupaya keras membawa kapasitas kemampuan SDM Indonesia agar bisa berdaya saing. 

"Ke depan kita ingin fokus ke pembangunan SDM. Tapi yang konkret. Artinya betul-betul ada sebuah upgrading, rescaling, upscaling, sehingga SDM kita naik levelnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Banyak tantangan yang harus dibenahi Indonesia. Salah satunya Jokowi bercerita terkait isu stunting (kurang gizi). Selain itu, defisit transaksi berjalan juga masih jadi pekerjaan rumah Indonesia.

"Saya diingatkan Bank Dunia, 40 persen pekerja kita stunting dulunya. Kondisi-kondisi seperti ini harus saya sampaikan apa adanya. Sebab itu ada agenda mendesak yang harus kita lakukan. Ke depan sudah saya sampaikan kepada Kementerian Ekonomi Pak Airlangga untuk segera bisa menurunkan CAD kita. Juga defisit neraca dagang. Kita akan konsentrasi di situ," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, kegiatan ekspor-impor Indonesia juga akan terus diperhatikan pemerintah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan SDM.

"Yang namanya ekspor harus menjadi kebijakan yang terus akan kita dorong dan juga produk substitusi impor dan produk ekspor harus didukung," jelas dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait