Bom Bunuh Diri di Medan Tak Pengaruhi Investasi ke Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 13 Nov 2019, 19:45 WIB
Diperbarui 14 Nov 2019, 19:15 WIB
Ketika TKN Jokowi-Amin Ngobrol Bareng Bersama Generasi Muda

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (Kadin) yakin dengan adanya peristiwa bom yang meledak di Mapolresta Medan tidak akan mempengaruhi investasi ke Indonesia. Dia mengatakan para investor melihat Indonesia dengan iklim ekonomi stabil.

"Saya sejauh ini belum mendengar keraguan investor," kata Ketua KADIN Rosan Roeslani usai bertemu Wapres Ma'ruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Rabu (13/11).

Dia menjelaskan para investor melihat ekonomi Indonesia sangat stabil dinandingkan negara lain. Hal tersebut kata dia jadi pertimbangan para investor untuk tetap meninvestasikan. Tidak hanya itu, faktor politik juga kata dia dinilai para investor sangat baik.

"Jadi mereka melihat pemerintah kita mengerti dinamika ekonomi dan mencoba untuk melakukan perbaikan dari semua kebijakan dan UU," ungkap Rosan.

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, berjanji bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kondisi investor setelah adanya bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Ledakan terjadi sekira pukul 08.45 WIB.

"Tentu kita akan terus menjaga keamanan investasi para investor," ujar Menko Airlangga di acara Rakornas 2019 di Sentul, Rabu (13/11).

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Investasi Rp 1.732 Triliun Terhambat Masuk Gara-gara Aturan Tumpang Tindih

20151113-Ilustrasi Investasi
lustrasi Investasi Penanaman Uang atau Modal (iStockphoto)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah harus segera mengatasi aturan yang tumpang tindih. Keberadaan aturan yang tumbah tindih berdampak besar pada terhambatnya investasi yang mau masuk ke Indonesia.

Dari hitungan, nilai investasi yang terhambat masuk ke Indonesia akibat aturan tumpang tindih mencapai USD 123 miliar setara Rp 1.732 triliun (USD 14.088 per Dolar AS).

Hal ini pun sudah dia laporkan kepada Presiden Joko Widodo (Joko Widodo). "Saya ngeri. Ternyata di pipe line kita investasi itu yang sudah ada, tadi saya jumlah-jumlah, belum selesai, tadi saya lapor Presiden juga sudah USD 123 miliar," kata dia dalam pembahasan terkait Omnibus Law, di DPR RI, Jakarta, Rabu (13/11).

"Itu yang sudah di pipe line. Ada yang sudah setahun, dua tahun, tiga tahun, tidak selesai-selesai prosesnya," lanjut dia.

Menurut dia salah satu penyebab terhambatnya investasi-investasi tersebut masuk ke Indonesia tak lain karena aturan yang masih tumpang tindih. "Kedua dari kita sendiri karena kita tidak mau menyelesaikan ini," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓