Ekonomi Syariah Diklaim Mampu Tangkal Kondisi Pelemahan Global

Oleh Liputan6.com pada 13 Nov 2019, 13:35 WIB
Diperbarui 13 Nov 2019, 14:17 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Mesjid Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebut bahwa perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air dapat memberi sinyal positif di tengah melambatnya perekonomian global. Sebab, potensi pasar keuangan syariah sendiri cukup besar untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

"Perkembangan ekonomi syariah tidak hanya tingkatkan inklusi keuangan Indonesia, tapi juga dalam rangka menangkal kondisi pelemahan dunia," kata Perry saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

Perry mengatakan, saat ini baru ada sekitar 40 persen inklusi keuangan dari ekonomi Indonesia. Dengan berkembanganya ekonomi syariah, maka untuk mencapai angka 100 persen bukan lagi tidak mungkin.

Apalagi pemerintah juga terus mendorong beberapa segmentasi yang menjadi kekuatan pasar ekonomi syariah, di antaranya yakni melakukan pengembangan di lini pesantren, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri pariwisata, industri halal, hingga yang lainnya.

"Itu adalah pasar potensi sumber dari daya dukung ekonomi segmen itu perlu dikembangkan. Sehingga jadi daya dukung ekonomi ke depan dalam rangka mitigasi hadapi dampak global ekonomi," kata dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

BI: Indonesia Pemain Besar di Sistem Ekonomi Syariah Dunia

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pembukaan acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) bertema sinergi membangun ekonomi syariah Indonesia di Indonesia pada Rabu malam, 6 November 2019. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Bank Indonesia (BI) terus mendukung langkah pemerintah untuk memajukan ekonomi syariah di Indonesia. Ini dilakukan agar ke depan ekonomi syariah dapat menjadi arus baru ekonomi di Tanah Air.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Indonesia menjadi pemain besar di dalam ekonomi keuangan syariah di dunia. Tentu saja ini tidak terlepas dari peranan pemerintah selama ini.

"Komitmen tinggi dari Presiden Jokowi. Demikian juga Wakil Presiden yang sudah menggariskan ekonomi syariah akan menjadi arus baru perkembangan ekonomi di Indonesia," kata Perry di acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Perry menyampaikan, komitmen pemerintah dalam memajukan keuangan ekonomi syariah terlihat jelas di dalam visi dan misi. Hal itu tecemin apabila dilihat beberapa tahun terakhir, yakni dengan berkembangnya ekonomi di pesantren, UMKM, dan industri halal di Indonesia yang demikian maju.

"Di bidang keuangan syariah pemerintah juga menerbitkan sukuk global, pemerintah yang terbesar di dunia BO juga terbitkan sukuk BI. Demikian juga keuangan sosial mobilisasi wakaf sebagai sumber ekonomi produktif ke depan," kata dia.

"Di situ BI punya komitmen kuat. Di sini kami dukung berbagai, tidak hanya ekonomi syariah, kami terus lakukan kampanye," ucap Perry.

Sejalan dengan itu, Perry juga mengajak seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk sama-sama dalam memajukan ekonomi keuangan syariah ke depan. Dengan kekuatan bersama, maka diharapkan ekonomi syariah ke depan akan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah.

"Kami mengajak semuanya bersatu memajukan ekonomi syariah. Dan mari kita sambut jadikan ekonomi syariah arus baru ekonomi Indonesia," tandas dia

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓