Strategi Asuransi Axa Mandiri Genjot Kinerja di Kondisi Ekonomi Saat Ini

Oleh Liputan6.com pada 12 Nov 2019, 19:21 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 20:17 WIB
20160217-Ilustrasi Asuransi-iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan asuransi PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) meyakini kinerja perusahaan tetap baik di tengah kondisi ekonomi saat ini. Perusahaan akan menggenjot bisnis perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan dengan porsi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan produk investasi.

Perusahaan juga terus memperkuat produk-produk proteksi, mengembangkan layanan digital, serta produk-produk asuransi untuk segmen yang berbeda-beda. Kinerja juga didorong langkah konsolidasi perusahaan.

"Salah satu strategi penting yang AXA Mandiri yang diterapkan pada 2019 yaitu meningkatkan kinerja produk proteksi dan kesehatan kepada nasabah termasuk melalui pendekatan digitalisasi," kata Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Dia mengungkapkan kinerja perusahaan sudah terlihat baik di tahun ini. Pendapatan premi perusahaan mencapai Rp 6,9 triliun atau tumbuh 6 persen hingga kuartal III 2019, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih tumbuh 10 persen.

Demikian pula, produk perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan meningkat menjadi 50 persen dari total pendapatan bisnis atau polis baru di tahun 2019. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya, yaitu sebesar 36 persen.

Sementara aset AXA Mandiri tercatat sebesar lebih dari Rp 30,2 triliun, naik 9 persen bila dibandingkan denganperiode yang sama tahun lalu. Selain itu, RBC tercatat 525,2 persen dan jauh di atas batas aman yang ditentukan OJK.

Tak hanya tahun ini, Handojo meyakini, pertumbuhan kinerja berlanjut di 2020. Apalagi perusahaan bersama induk usaha melakukan konsolidasi dalam dua tahun terakhir. 

Presiden Komisaris AXA Mandiri, Agus Haryoto Widodo, memaparkan strategi usaha yang akan dijalankan di 2020. Langkahnya antara lain melalui penguatan produk-produk proteksi, pengembangan layanan digital, serta produk-produk asuransi untuk segmen yang berbeda-beda.

“Kenapa perlu transformasi? Nasabah yang datang ke bank itu makin turun. Mereka memanfaatkan layanan elektronik, mobile, gadget, atm. Padahal bisnis bancassurance pemasarannya ada di cabang bank, memanfaatkan nasabah yang datang. Makanya kita antisipasi dengan layanan digital juga,” ujarnya.

 

2 of 2

Gandeng Bank IBK, Hanwha Life Indonesia Incar Premi Rp 36 Miliar

Polis Asuransi Gratis untuk Pemudik
Hanwha Life membagikan 10.000 polis asuransi gratis untuk perlindungan mudik. (Istimewa/ Liputan6.com)

PT Hanwha Life Insurance Indonesia menjalin kerjasama bancassurance dengan PT Bank IBK Indonesia Tbk. Kerjasama kedua perusahaan asal Korea Selatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU, di Hotel Fairmont, Jakarta.

CEO Hanwha Life Insurance Indonesia David Yeom mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Bank IBK. Kemitraan ini menargetkan premi tahunan ekuivalen (APE) sebesar Rp 36,65 miliar selama lima tahun ke depan.

“Kami menyambut baik kerja sama bancassurance Hanwha Life dengan Bank IBK Indonesia, yang merupakan sesama perusahaan finansial asal Korea Selatan. Kemitraan ini bersifat jangka panjang," kata dia, Senin (11/11).

Direktur Utama Bank IBK Indonesia, Park Ju Yong menyatakan, sebagai bank yang memiliki fokus utama pada segmen UKM di Indonesia, pihaknya berharap kemitraan bancassurance Bank IBK Indonesia bersama Hanwha Life dapat memberikan proteksi dan manfaat lebih kepada nasabah.

"Mulai bulan November ini, seluruh nasabah kami memiliki akses untuk menikmati manfaat proteksi dan investasi dari Sejahtera Maxima Link melalui 30 jaringan kantor Bank IBK Indonesia yang tersebar di wilayah Indonesia," urai dia.

"Kami akan terus mengembangkan kerja sama terkait asuransi dengan Hanwha Life Insurance Indonesia, seperti layanan asuransi gratis untuk nasabah payroll, serta produk dan layanan asuransi lainnya," lanjut dia.

Dalam kesempatan ini, bancassurance Hanwha Life dan Bank IBK Indonesia juga memperkenalkan Sejahtera Maxima Link, sebagai produk perdananya.

Head of Bancassurance Hanwha Life Insurance Indonesia, Hendro Irianto, menjelaskan, program Sejahtera Maxima Link menyediakan perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun, serta fleksibilitas dalam menentukan penempatan dana investasi dan memilih asuransi tambahan (rider) yang sesuai dengan kebutuhan.

"Seperti untuk perlindungan kesehatan, penyakit kritis, dan lain-lain. Produk asuransi regular premium unit link ini juga memberikan fitur bonus loyalitas pada tahun ke-10 dan ke-15, biaya akuisisi yang singkat dan rendah selama tiga tahun, penarikan sebagian dana (withdrawal) tanpa biaya, dan fitur yang menjamin polis tetap aktif selama 5 tahun pertama," paparnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓