Arifin Tasrif Optimis Produksi Migas Indonesia Meningkat

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 12 Nov 2019, 17:14 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 17:14 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif
Perbesar
Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memandang, PT Pertamina (Persero) telah melakukan perubahan dalam kegiatan pencarian minyak dan gas bumi (migas).

‎Arifin mengatakan, Pertamina saat ini sudah merubah cara kerja dalam melakukan pencarian migas, sebab lebih aktif dalam mencari sumber migas.

"Kami melihat bahwa Pertamina memiliki role yang sangat aktif jauh beda dengan yang dulu. Sekarang lebih pro aktif untuk dapatkan resource," kata Arifin, saat menghadiri peluncuran survei seismik 2D, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Menurut Arifin, Indonesia ‎masih memiliki peluang untuk meningkatkan produksi migas, sebab banyak potensi yang belum tergarap. Salah satu upaya Pertamina untuk menemukan potensi migas baru adalah dengan melakukan survei seismik 2D Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang.

"Ini (survei seismik) salah satu upaya. Kerja itu memang kerja yang memiliki skala signifikan karena liat nilai keekonomian dan potensi-potensi yang ada," tutur Arifin.

Arifin mengungkapkan, survei seismik 2D yang berfungsi mencari potensi kandungan migas‎ harus diperluas, tidak hanya dilaksanakan Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang saja, tetapi juga diterapkan KKP pada wilayah kerja lain. Dia pun ingin teknologi yang digunakan untuk survei ditingkatkan.

"Kan sekarang pakai 2D, ke depan diupdate ke teknologi lebih tinggi," ujarnya.

Arifin pun optimis, dengan perubahan yang dilakukan Pertamina, perusahaan energi nasional tersebut bisa menyelesaikan survei dalam 6 bulan, kemudian mampu menggarap blok migas baru dari data seismik dalam 6 bulan juga‎.

"Saya ptimis. Saya lihat Pertamina mampu lakukan itu‎," ungkapnya.

 

2 dari 3 halaman

Potensi Migas Baru

Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan, survei seismik 2D merupakan salah satu upaya untuk menambah temuan potensi migas baru, sehingga dapat meningkatkan produksi migas di Indonesia.

Survei seismik 2D tersebut merupakan pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti‎ (KKP) kontrak bagihasi gross split wilayah Kerja Jami Merang yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE).‎

Survei terse‎but dilakukan secara terbuk di laut dari wilayah Barat Indonesia tepatnya Bangka hinga Timur di Papua, lintasan survei tersebut mencapai 30 ribu Km. Menurut Dharmawan, survei 2D ini merupakan terbesar ‎di kawasan Asia Pasifik dan Australia.

"Panjang lintasan30 ribu Km, menjadikan survey terbesar di wilayah Indonesia dan region Asia Pasific Australia," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓