Minat Terhadap Properti Menengah ke Atas Masih Tinggi

Oleh Septian Deny pada 08 Nov 2019, 13:21 WIB
Property Rumah

Liputan6.com, Jakarta - Minat masyarakat terhadap unit rumah menengah ke atas pada tahun ini masih menunjukkan tren kenaikan. Hal ini membuat sejumlah pengembang optimis untuk membangun properti menengah ke atas di 2019 ini.

President Director Emerald Land Development Dodi Pramono mengatakan proyek propertinya yaitu Emerald Park yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 100 unit hunian ludes terjual dalam waktu sehari.

Dia menjelaskan, wilayah Karawang Barat yang notabene sebagai kawasan industri dengan jumlah pabrikan skala besar seperti Astra Internasional memang menjanjikan potensi pasar hunian cukup besar. Karenanya, pemasaran perdana Emerald Park terbilang sukses, bahkan megalami over permintaan.

“Saat Pemilihan Unit Prioritas, saya cukup surprise karena banyak konsumen yang melirik Tipe Sapphire yang ditawarkan seharga Rp 600 jutaan per unit. Saya pikir, mereka hanya akan memilih Tipe Amethyst dengan harga yang lebih terjangkau yaitu Rp 380 jutaan per unit,” ungkap Dodi Pramono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Menurut dia, hal tersebut menegaskan bahwa daya beli masyarakat di kawasan Karawang Barat tergolong masih kuat. Selain itu, pilihan tipe ini tergolong ideal bagi kebutuhan hunian pasangan keluarga muda. Selama ini animo masyarakat di sekitar proyek memang cukup tinggi.

Dodi Pramono menyakini, pengembangan proyek properti terintegrasi Emerald Neopolis kian menjanjikan prospek cukup cerah seiring dengan pengoperasian Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated II yang saat ini tengah dalam tahap uji beban. Adapun konstruksi infrastrukturnya sudah hampir 100 persen. Tol layang ini diharapkan sudah dapat digunakan pada libur Natal dan tahun baru 2020.

“Lokasi Emerald Neopolis dipastikan semakin strategis dan mudah diakses dari berbagai arah. Sebab, dengan beroperasinya Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated II, waktu tempuh dari Cikunir hingga Karawang Barat diperkirakan hanya 30 menit. Sementara proyek kami terletak persis di samping Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 52, dan hanya berjarak sekitar 10 menit menuju exit tol Karawang Barat,” jelasnya.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated II sepanjang 36,4 kilometer itu berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat. Kehadirannya akan menambah kapasitas tol eksisting serta memisahkan antara arus lalu lintas jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Tol layang sendiri digunakan untuk kendaraan tujuan jarak jauh.

2 of 3

Animo Masyarakat

Ilustrasi Perumahan
Ilustrasi Perumahan

Melihat tingginya animo masyarakat, Dodi Pramono pun optimistis bahwa Klaster Emerald Park tahap pertama akan selesai dalam waktu singkat. Kawasan hunian tapak yang akan mencakup lebih dari 1.000 unit rumah dan ruko ini dikembangkan dalam dua tahap pembangunan. Pertama akan membangun sebanyak 500 unit dan sisanya di tahap berikutnya.

“Estimasi kami, sebanyak 500 unit rumah di tahap pertama bisa sold out paling lambat akhir tahun 2020. Sementara untuk serah terima kunci bisa dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu 12 bulan setelah akad kredit. Setelah itu, kami akan mulai menawarkan klaster kedua,” katanya.

Dari sisi investasi, properti memang menjanjikan keuntungan berlipat. Dimana, estimasi kenaikan harga sebesar 15 persen serta harga sewa sebesar 5 persen per tahun. Saat ini rata-rata harga sewa hunian di Karawang Barat mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per tahun.

“Sementara bagi pekerja di kawasan industri Karawang Barat, punya rumah sendiri adalah solusi hemat dan menguntungkan. Daripada sewa sebesar Rp 20 juta per tahun, lebih baik membeli rumah di Emerald Park melalui KPR perbankan dengan angsuran hanya sebesar Rp 3 jutaan per bulan,” pungkas Dodi Pramono.

Klaster Emerald Park seluas 13,5 hektare merupakan bagian dari pembangunan tahap pertama proyek mixed use development Emerald Neopolis dengan total area 50 hektare. Proyek Klaster Emerald Park diprediksi menelain investasi sebesar Rp 100 miliar, dengan nilai penjualan sebesar Rp 300 miliar.

Menyediakan empat pilihan unit dengan luasan yang berbeda, yaitu pertama; Tipe Amethyst seluas 30/60 meter persegi (m2), mencakup dua kamar tidur dan satu kamar mandi, yang dibandrol seharga Rp380 jutaan.

Kedua, Tipe Ruby (48/60 m2), terdiri dari dua lantai, dua kamar tidur, dan dua kamar mandi seharga Rp 500 jutaan. Ketiga, Tipe Sapphire (60/72 m2) dengan dua lantai, tiga kamar tidur, dan dua kamar mandi, dijual Rp600 jutaan.

Keempat, Tipe Diamond (88/91 m2), dua lantai, empat plus satu kamar tidur, dan tiga plus satu kamar mandi seharga Rp800 jutaan. “Diamond merupakan tipe hunian mewah (premium), diperuntukan bagi konsumen yang sudah mapan.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓