Terminal Bus akan Disulap Jadi Modern, Mal hingga Hotel bakal Tersedia

Oleh Athika Rahma pada 08 Nov 2019, 15:16 WIB
Seminggu Jelang Lebaran, Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengubah terminal bus yang selama ini dikenal sepi dan kumuh menjadi lebih modern dengan beragam fasilitas modern.

Direktur Prasarana Transportasi Darat Risal Wasal menyatakan, terminal nantinya akan menjadi captive market, di mana pengunjung yang datang tidak hanya transit dan naik bus saja.

"Selama ini kan orang malas ke terminal, ada apa di terminal?. Makanya akan diubah di sana dibangun perkantoran, mall, hotel jadi nanti yang datang mau kerja, ke mall, dan lainnya," ujar Risal di Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, Jumat (08/11/2019).

Awalnya, keberadaan terminal memang sedikit tertinggal karena kalah bersaing dengan kendaraan ojek online. Namun, pembangunan tol yang jor-joran saat ini dinilai membangkitkan kembali gairah transportasi darat termasuk bus.

Risal menjelaskan, untuk mendukung hal tersebut, akses publik menuju terminal juga harus diperbaiki. Ini bisa diwujudkan dengan koordinasi pemerintah daerah untuk tata kelola ulang sistem transportasi wilayah.

Selain itu, agen-agen tiket nanti akan dilatih di bidang hospitality-nya, seperti menerima dan mengantarkan penumpang, menjelaskan tata tertib dan lainnya.

"Seperti pramugari jadinya. Jadi penumpang merasa dilayani. Kami sudah coba di Solo dan Cirebon untuk melatih agen ini," tutur Risal.

2 of 2

Kemenhub Ingin Jadikan Terminal Bus Layaknya Bandara

Capsule Bus
Capsule bus dengan sebutan Kota Trans menjadi angkutan massal berbasis online pertama di Indonesia yang hadir di Jambi. (Instagram @capsulebusid)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprioritaskan pulau Jawa sebagai tujuan investasi sektor swasta untuk pembangunan terminal bus penumpang. Saat ini terdapat 128 terminal tipe A yang tersebar di wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 61 terminal tipe A ada di Pulau Jawa dan kebanyakan masih bersifat konvensional.

Artinya, terminal tersebut hanya berfungsi sebagai terminal saja belum tersambung dengan pusat kegiatan ekonomi seperti mal atau pusat perbelanjaan.

"Prioritas pertama adalah terminal tipe A di Pulau Jawa. Kami sudah buat studi kelayakannya untuk terminal, kalau investor setuju tinggal pakai punya kita," kata Budi saat ditemui di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

 

 

 

Budi mengatakan, fungsi terminal saat ini harus mengikuti perkembangan zaman yang ada. Bahkan, dirinya menginginkan terminal bus dapat menjadi seperti bandara yang saat ini telah memiliki banyak fungsi.

"Kita akan bangun terminal dengan cara mix use. Ke depan, ini yang kita lakukan lewat kerja sama dengan pihak swasta. Banyak potensi besar yang dimiliki terminal kita," katanya.

 

 
Lanjutkan Membaca ↓