Cara KKP Dorong Pengembangan SDM Perikanan Unggul

Oleh Athika Rahma pada 08 Nov 2019, 12:28 WIB
Dialog dan FGD Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jumat (08/11/2019). Liputan6.com/Athika

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar Dialog dan FGD Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jumat (08/11/2019).

Dalam forum bertajuk P2MKP Berinovasi untuk SDM Unggul Indonesia Maju tersebut, Kepala BRSDM KKP Sjarief Widjaja mendorong pengembangan SDM perikanan dan kelautan sesuai dengan cita-cita pembangunan nasional.

"Guna mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berdaulat, berkelanjutan dan dapat berperan meningkatkan kesejahteraan bangsa, diperlukan individu yang kompeten, memiliki integritas, disiplin, kreatif dan beretos kerja tinggi," ujarnya di Jakarta, Jumat (08/11/2019).

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 instruktur dan pengelola P2MKP yang mewakili 350 P2MKP seluruh Indonesia.

Pelatihan P2MKP tidak hanya terpusat di lembaga pendidikan dan kelautan saja, namun tersebar di seluruh Indonesia.

Nantinya, P2MKP akan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjadi wirausaha baru di bidang kelautan dan perikanan.

Strategi ini dipandang efektif dan efisien karena dapat menjangkau daerah-daerah sentra perikanan dan menggunakan metode praktik langsung di unit usaha kelautan dan perikanan.

 

2 of 2

Edhy Prabowo Janji Tindak Tegas Anak Buah Terlibat Pencurian Ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memastikan terus melanjutkan aksi pemberantasan kapal pencuri ikan (illegal fishing) dari perairan Indonesia. Aksi illegal fishing ditegaskan menjadi musuh bersama.

"Illegal fishing merupakan tugas kita semua. Salah satu domain KKP menjaga laut dari kapal-kapal pencuri. Jadi illegal fishing menjadi musuh kita bersama," ujar dia di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (5/11/2019).

Edhy akan menggandeng sejumlah stakeholder untuk memberantas kapal pencuri ikan dari perairan Indonesia. Beberapa di antaranya adalah angkatan laut, kepolisian serta pemangku kepentingan sektor perikanan lainnya.

"Tapi kan kita tidak sendiri saya yakin angkatan laut bersama kami, kepolisian akan bersama kami, terus para pemangku kepentingan sektor kelautan juga akan bersama kami," jelas dia.

Dia menambahkan, selama ini ada aduan bahwa oknum Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) turut bermain dalam illegal fishing. Hal ini akan segera ditindaklanjuti untuk menemukan akar permasalahan sebenarnya.

"Jadi tetap illegal fishing akan menjadi PR utama kita untuk kita awasi. Dalam waktu dekat saya akan kumpulkan pengawas PSDKP kita, saya akan adakan apel untuk komitmen sama sama menjaga. Dulu kan isunya oknum PSDKP ikut bermain, ada oknum ikut bermain kita akan hilangkan peran ini," jelasnya.

Meski fokus melakukan pemberantasan illegal fishing, KKP ke depan akan terus berupaya meningkatkan pendapatan nelayan melalui budidaya dan penangkapan ikan. Sehingga, nelayan tetap mendapatkan kehidupan layak melalui sektor perikanan yang semakin baik.

"Kami tahu tugas ini tidak ringan, KKP disamping menangani Illlegal fishing juga harus memastikan nelayan-nelayan mendapatkan penghasilan yang layak, pembudidaya mendapat penghasilan yang layak," tandasnya.

Reporter: Anggun P Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓