Menhub Beberkan Tantangan Pengembangan Konektivitas 5 Bali Baru

Oleh Athika Rahma pada 07 Nov 2019, 12:20 WIB
Jadi Bali Baru, Destinasi Wisata Kepulauan Seribu Semakin Nyaman dan Rapi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan konektivitas di 5 destinasi super prioritas.

Pertama, dirinya menyinggung soal pelabuhan di Labuan Bajo.

"Pelabuhan di Labuan Bajo masih menyatu antara pelabuhan penumpang dengan pelabuhan logistik," ujarnya saat ditemui di sela acara Forum Perhubungan, Kamis (07/11/2019).

Nantinya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun pelabuhan baru di sana. Dalam satu tahun, pelabuhan tersebut harus sudah selesai.

Kedua, membangun kinerja sarana transportasi di daerah wisata. Menhub mencontohkan kawasan Yogyakarta yang sudah memiliki bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA), namun untuk mengkoneksikan dengan tempat wisata, Kemenhub harus membangun jalur kereta api dari Kulon Progo ke Yogyakarta.

"Lalu, kita juga harus bangun jalur bus dan kereta api ke Borobudur. Kita harus menyelesaikan pembebasan tanah, koordinasi pembangunan," tutur Menhub.

Permasalahan ini, lanjut Menhub, harus segera diselesaikan agar aksebilitas antarmoda terjadi di titik-titik wisata.

2 of 3

Percepat Pembangunan 10 Bali Baru, Pemerintah Tambah Anggaran Rp 6,4 Triliun

Ilustrasi liburan
Pastikan Anda berkunjung ke lima destinasi ini saat berlibur ke Labuan Bajo. (foto: shutterstock)

Pemerintah telah memastikan bakal menambah anggaran Rp 6,4 triliun untuk pengembangan kawasan wisata prioritas di Indonesia. Kawasan ini yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo-Flores, Mandalika, dan Manado.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan tambahan anggaran ini akan dialokasikan dalam APBN 2020.

Dia menambahkan bahwa Kemenpar memiliki target jumlah wisatawan mancanegara pada 2019 sebesar 20 juta dengan target jumlah devisa Rp 240 triliun dan perjalanan wisatawan dalam negeri sebanyak 275 juta.

"Kami berharap, pariwisata bisa memberikan kontribusi 15 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB)," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (26/7/2019).

Dipaparkannya, untuk kawasan destinasi yang cukup luas, dibandingkan Badan Otorita Pariwisata lainnya yang terdiri dari 8 kabupaten, terdapat kenaikan yang cukup signifikan pada pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir yaitu sebesar 81 persen dari tahun 2016 ke 2017. Hal ini mendorong pertumbuhan PAD di kabupaten sekitar Danau Toba 2016-2017 mencapai 70 persen.

Sebagai salah satu Geopark yang sedang menjalani proses menuju UNESCO Global Geopark (UGG), Geopark Nasional Kaldera Toba (GNKT) masih menunggu pengumuman sekitar bulan September 2019.

“Insya Allah di September 2019 ini Geopark Kaldera Toba mendapatkan status UGG. Sesuai usulan, kami akan menjadikan 16 site Geopark Kaldera Toba menjadi quick wins Atraksi BPODT,” ucap Hiramsyah S. Thaib, Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau biasa disebut 10 Bali Baru.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓