Pariwisata Bisa Jadi Tonggak Indonesia Lawan Resesi Global

Oleh Bawono Yadika pada 07 Nov 2019, 12:15 WIB
Jarang Diketahui, Ini 5 Spot Wisata Menarik di Pulau Bawean

Liputan6.com, Jakarta Industri pariwisata Indonesia dapat dioptimalkan untuk melawan ancaman resesi global. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menuturkan, menggenjot sektor pariwisata dapat menjadi salah satu andalan RI dalam menangkal perlambatan ekonomi global.

"Secara paralel kita harus menggenjot pariwisata. Karena saya yakin Indonesia begitu banyak potensi wisatanya. Dalam hal itu, persoalan kita di pariwisata ada 3A 2P," tuturnya di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Rosmaya bercerita 3A tersebut ialah akses, atraksi dan amenitas. Sedangkan 2P berikutnya adalah promosi dan pembiayaan.

"Persoalan akses. Walaupun tempatnya indah tapi aksesnya susah seperti Raja Ampat, itu aksesnya susah. A berikutnya adalah atraksi. Kita sama-sama mengetahui turis-turis tinggal di Indonesia itu hanya bermalam 1,7 hari. Berarti nggak dua malam ya. Karena atraksinya nggak menarik atau kurang. Seperti Turki, turis-turis bisa long of stay bisa satu minggu," ujarnya.

Sedangkan amenitas yakni terkait persoalan kekurangan kebersihan dan standar keramahan. "Service something like that," ujarnya.

Dia juga melanjutkan, promosi dan pembiayaan akan terus diupayakan Pemerintah dalam mengkerek industri pariwisata Indonesia.

"P pertama promosi. Kita terus mempromosikan 10 Bali Baru. P berikutnya adalah pembiayaan. Kita hadir di sini untuk menarik bagaimana kita bisa mendapatkan pembiayaan. Seperti apa visibility kita dapatkan," tegasnya.

2 of 2

Menhub Dorong Sektor Pariwisata jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Promosi Destinasi Super Prioritas, Kemenpar Ajak Media Jepang Famtrip ke Danau Toba
Danau Toba. © Kementerian Pariwisata.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas di 5 destinasi super prioritas, yaitu Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, Borobudur dan Likupang. Ini agar pariwisata bisa jadi penyumbang devisa terbesar Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Perhubungan di Jakarta, Kamis (07/11/2019). Hingga saat ini, sektor penyumbang devisa paling besar masih dikuasai oleh kelapa sawit.

"Oleh karenanya, potensi pariwisata Indonesia yang indah harus bisa diintesifikasi dengan baik. Saya yakin 5 tahun ke depan pariwisata Indonesia bisa menjadi unggulan," ujar Menhub.

 

Meskipun fokus pembangunan nasional 5 tahun ke depan adalah sumber daya manusia (SDM), sektor infrastruktur masih diberikan porsi yang besar karena infrastruktur merupakan tulang punggung pembangunan nasional.

"Kami diberikan tugas dan porsi untuk menyelesaikan konektivitas sebaik-baiknya," tutur pria yang akrab disapa BKS ini.

Sebelumnya, Menhub juga mengimbau maskapai penerbangan, melalui Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA), untuk mengembangkan konektivitas 5 destinasi super prioritas (Bali Baru) dengan memberikan layanan penerbangan terbaik mereka.

"Semakin meningkatnya konektivitas di 5 Bali Baru dapat mendatangkan banyak turis baik mancanegara maupun dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi dan pariwisata di Indonesia," ungkap dia.

Lanjutkan Membaca ↓