Jasa Marga Bukukan Pendapatan Rp 5 Triliun di Kuartal III 2019

Oleh Athika Rahma pada 05 Nov 2019, 15:55 WIB
Diperbarui 05 Nov 2019, 16:16 WIB
Sosialisasi Kinerja Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk catat kenaikan earnings before interest, taxes, depreciation and amortization atau EBITDA sebesar 16,9 persen pada kuartal III 2019. Angka ini naik dari kuartal III 2018 sebesar Rp 4,28 triliun menjadi Rp 5 triliun pada kuartal III 2019.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal. Peningkatan ebitda terefleksi dari kinerja yg meningkat dan dana yang tersedia untuk memenuhi kewajiban. Untuk diketahui, EBITDA merupakan pendapatan perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.

"Kita lihat di kuartal III ini traffic jalan tol positif, karena memang kita sambungkan beberapa kota dengan Trans Jawa jadi kota-kota saling berhubungan," ungkap Donny di Jakarta, Selasa (05/11/2019).

Donny juga menggarisbawahi kemampuan bayar utang perusahaan yang mumpuni. Total liability to total equity Jasa Marga naik dari 3,08 kali pada kuartal III 2018 menjadi 3,23 kali pada 2019 di kuartal yang sama.

"Artinya kita punya kapasitas membayar utang 3 kali dari kewajiban," tambahnya.

Pendapatan tol Jasa Marga, menurut Donny, tidak dapat disamakan dengan pendapatan usaha lainnya. Pendapatan riil ruas tol dimulai saat proyek pembangunan tol selesai.

"Pendapatan konstruksi semakin kecil itu kenapa? Karena proyeknya semakin sedikit, semakin habis. Justru pendapatan sebenarnya itu dimulai ketika tol beroperasi," tuturnya.

Setelah resmi beroperasi, ruas tol juga tidak semata-mata bisa langsung menghasilkan pendapatan, karena biasanya ada masa uji coba dan penyesuaian pengguna kendaraan berpindah dari ruas arteri ke ruas tol.

"Tol itu nggak langsung ada uangnya. Perlu land clearing, perlu proses konstruksi. Setelah selesai nggak bisa diterapkan 100 persen. Revenue tol akan meningkat seiring dengan kawasan di sekitarnya. Ada grow story di situ," tambahnya.

2 of 2

Jasa Marga Operasikan 3 Ruas Tol Baru hingga Akhir 2019

Rekonstruksi Jalan Tol Jagorawi.
Proses rekonstruksi jalan tol Jagorawi. (Dok. Jasa Marga)

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan bakal mengoperasikan tiga ruas tol baru sampai akhir 2019. Ketiga ruas tol tersebut yakni Jalan Tol Jakarta-Cikampek II atau Japek II Elevated, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), dan Tol Pandaan-Malang seksi 3 dan 4.

"Ada tiga (yang bakal dioperasikan). Jakarta-Cikampek Elevated, Balikpapan-Samarinda, sama seksi 3-4 Pandaan-Malang," ungkap Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal di Jakarta, Rabu (21/8/2019). 

Sebagai informasi, Jasa Marga melalui kelompok usaha PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JCC) target menyelesaikan konstruksi Japek II Elevated pada akhir September 2019. Hingga akhir Juni kemarin, proses pengerjaan tol sepanjang 36,40 km ini telah mencapai sekitar 86 persen.

Sementara PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) terus mengejar pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda agar bisa selesai dan mulai beroperasi sesuai dengan target, yakni pada akhir 2019.

Hingga akhir Agustus 2019, progres konstruksi ruas tol ini telah mencapai 96,827 persen dengan pembebasan lahan yang telah mencapai progres hingga 99,33 persen.

Selain itu, Jasa Marga juga telah menetapkan tarif pada Jalan Tol Pandaan-Malang seksi I-III (Pandaan-Singosari) sepanjang 30,625 km. Selain itu, tarif untuk Jalan Tol Gempol-Pandaan Tahap II (Pandaan IC-Pandaan) yang merupakan akses menuju Jalan Tol Pandaan-Malang sepanjang 1,5 Km juga resmi diberlakukan. Kedua ruas jalan tersebut telah diuji coba pengoperasian tanpa tarif tol sejak 14 Mei 2019.

Lebih lanjut, Donny mengungkapkan, Jasa Marga sampai akhir tahun ini target untuk bisa memperpanjang ruas seluruh jalan tol yang dikelola perseroan hingga sekitar 1.200 km.

"Untuk semester I kemarin kita ada sekitar 1.041 km. Untuk sampai akhir tahun ini, kita target plus minus 1.200 km," pungkas Donny.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by