Penggunaan Gas Bumi Mampu Tekan Defisit Neraca Perdagangan

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 01 Nov 2019, 20:16 WIB
Diperbarui 01 Nov 2019, 20:16 WIB
Gas Bumi
Perbesar
Ilustrasi Foto Gas Bumi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif akan meningkatkan pemanfaatan gas bumi. Ini dilakukan untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan dan perdagangan.

Arifin mengatakan, gas bumi yang bersumber dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk menggantikan peran Liqufied Petroleum Gas (LPG) yang saat ini menjadi bahan bakar andalan rumah tangga.

"Kita akan coba untuk bisa memanfaatkan gas alam kita yang memang bisa dipakai dalam negeri," kata Arifin, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Menurut Arifin, meningkatkan pemanfaatan gas bumi dapat menekan impor LPG. Untuk diketahui, saat ini konsumsi LPG Indonesia mencapai 7,11 juta Metrik Ton (MT) 70 persenya berasal dari impor.

"Jargas itu bisa mengurangi impor LPG, itu yang sekarang kita sedang pertajam," ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harga Masih Kompetitif

PGN
Perbesar
PGN selalu aktif mencari sumber gas potensial sebagai salah satu peran PGN selaku Sub Holding Gas yang berkewajiban untuk mengupayakan pasokan gas bumi

Arifin mengungkapkan, untuk harga gas bumi di Indonesia masih kompetitif dibanding negara tetangga. Beberapa sektor pun mendapat subsidi agar harganya rendah.

"Kalau dibandingkan Malaysia kita lebih murah saya ketemu Petronas, cuma perusahaan nggak boleh rugi jadi memang ini harus saling memahami dan mendukung,"tandasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓