Ini Untungnya Indonesia Punya Kilang Minyak Sendiri

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 01 Nov 2019, 15:19 WIB
Diperbarui 01 Nov 2019, 15:19 WIB
20160114-Melihat Pusat Minyak Mentah Pertamax di Indramayu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan sejumlah manfaat yang didapat jika Indonesia memiliki kilang sendiri. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung ada pihak yang tidak senang membangun kilang.

Arifin ngatakan, sumber minyak mentah yang ada di Indonesia harus diolah di dalam negeri, dengan melakukan pembangunan dan peremajaan kilang. Sebab Indonesia akan mendapat manfaat jika kapasitas kilang dapat memenuhi kebutuhan.

"Kita kan memiliki kemampuan, sumber alam yang cukup, antara lain sumber migas dan sebagainya itu harusnya bisa kita olah," kata Arifin, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

‎Arifin mengungkapkan manfaat tersebut yaitu dapat meningkatkan ketahanan energi nasional karena tidak ketergantungan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari luar negeri.

"Kalau kita nggak punya kilang ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi, kalau short of suplay mendadak kita terpaksa harus cari barang di pasar, harga mahal, kalau ada di sini kan stabil terus," tuturnya.

Dia melanjutkan,‎ dengan mengelola minyak mentah dengan kilang di dalam negeri, maka dapat memangkas biaya pengadaan BBM. Selain itu, juga akan menciptakan nilai tambah karena akan membuka peluang untuk industrik baru.

"Kemudian kalau kita beli terus dari orang lain, yang menikmati nilai tambah karen dia punya processing cost dan margin," tandasnya.

‎Sebelumnya, Jokowi menyatakan ada pihak yang lebih senang Indonesia impor, sehingga tidak suka jika ada pembangunan kilang di dalam negeri."Banyak yang nggak senang karena suka barang impor. Jadi kalau kita ingin banun refinery larinya nanti ke petrochemical," tutupnya.

2 dari 3 halaman

Pertamina Bakal Bangun Kilang Penghasil BBM Ramah Lingkungan

RU IV Cilacap, Kilang BBM Terbesar di Indonesia Milik Pertamina
Perahu kayu membawa muatan melintas di dekat kilang minyak Pertamina Refenery Unit IV Cilacap, Rabu (7/2). RU IV Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia. (Liputan6.com/JohanTallo)

PT Pertamina (Persero) akan memperluas jaringan kilang penghasil bahan bakar ramah lingkungan (green refinery) setelah membangun bersama ENI di kilang Plaju, Palembang.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, ‎dalam menggarap proyek green refinery Pertamina akan membangun di tiga wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Untuk di wilayah barat, Pertamina sedang menggarap bersama ENI.

"Nanti kan harus ada di Indonesia bagian barat, tengah dan timur, jadi kita terbuka‎," kata Nicke, saat menghadiri perayaan hari listrik nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (9/10/2019).

‎Menurut Nicke, Pertamina akan mencari mitra baru selain ENI, untuk membangun green refinery baru di wilayah Indonesia tengah dan timur atau di luar proyek kilang Plaju.

"Kalau ada teknologi lain, kita bikinnya kan bukan cuma satu," tuturnya.

Terkait dengan kemajuan pembangunan kilang penghasil bahan bakar ramah lingkungan Plaju, saat ini Pertamina dan ENI sedang melakukan penyelesaian tahap desain.

‎"Sementara masih sama karena sedang finalisasi untuk tahap desain," tandasnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓