Pangan hingga Rokok Picu Inflasi 0,02 Persen di Oktober

Oleh Liputan6.com pada 01 Nov 2019, 10:08 WIB
Diperbarui 01 Nov 2019, 11:17 WIB
Inflasi Bulan Maret 2018 Sebesar 0,20 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama bulan Oktober 2019 sebesar 0,02 persen. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama pada 2018 yang tercatat di 0,28 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh seluruh komponen bahan makanan dan transportasi yang menyumbang andil deflasi pada bulan ini.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kelompok bahan makanan hanya memberikan andil terhadap inflasi pada Oktober sebesar -0,08 persen. Sementara bidang transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan hanya memberikan andil -0,02 persen pada bulan ini.

 

"Lebih banyaknya penurunan harga terutama pada bahan makanan dan tarif angkutan udara," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Sementara itu, salah satu andil penyumbang inflasi terbesar pada bulan ini terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang mencapai sebesar 0,08 persen. Kemudian disusul pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mencapai 0,02 persen.

"Sesangkan kelompok lainnya seperti kesehatan, pendidikan masing-masing berkontribusi sebesar 0,01 persen," imbuh dia.

Seperti diketahui, sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama bulan Oktober 2019 terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara inflasi tahun kalender dari Januari-Oktober 2019 sebesar 2,22 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,13 persen.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

BPS Catat Inflasi Oktober Capai 0,02 Persen

Inflasi
Pembeli membeli sayuran di pasar, Jakarta, Jumat (6/10). Dari data BPS inflasi pada September 2017 sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan karena sebelumnya di Agustus 2017 deflasi 0,07 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Oktober 2019 terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara inflasi tahun kalender dari Januari-Oktober 2019 sebesar 2,22 persen, sementara inflasi tahun ke tahun sebesar 3,13 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan berbagai komoditas secara umum menunjukkan kenaikan tipis sepanjang Oktober 2019. Sebagian besar komoditas yang menunjukkan kenaikan, yakni di antaranya cabai rawit.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2019 mengalami kenaikan tipis sekali. Hasil pemantauan BPS di 82 kota inflasi di Oktober 2019 inflasi sebesar 0,02 persen," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/11).

Dari 82 kota di Indonesia, 43 kota mengalami inflasi sementara 39 kota mengalami deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen, sementara inflasi terendah terjadi di tiga wilayah, yakni Pematangsiantar, Tual, dan Ternate 0,01 persen.

"Ada dua komoditas di Manado salah satunya cabai rawit. Dua komoditas pada bulan ini inflasi tertinggi ada di Manado," katanya.

Sementara itu deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar -0,69 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Palopo sebesar -0,01 persen.

Adapun capaian inflasi pada September masih berada di bawah target yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 3,5 persen. BPS berharap kondisi yang sama akan terjadi hingga akhir tahun.

"Deflasi tersebut masih berada di bawah target pemerintah. Dengan angka ini infasi terkendali tinggal 2 bulan lagi target inflasi tercapai," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓