Rekonstruksi Bandara Palu Rampung April 2022

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 30 Okt 2019, 10:45 WIB
Diperbarui 30 Okt 2019, 11:17 WIB
Naik Pesawat Hercules, Ribuan Warga Meninggalkan Palu dan Donggala

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa yang melanda kawasan pada 2018 lalu.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan, seluruh proses pembenahan direncanakan akan selesai pertengahan 2022. Untuk keseluruhan pekerjaan diperkirakaan memakan biaya sebesar Rp 327,5 miliar yang berasal dari APBN dan bantuan dari Asian Development Bank (ADB).

"Anggarannya sekitar Rp 327,5 miliar. Sudah dilakukan pekerjaan dan bertahap. Insya Allah April 2022 keseluruhan rekonstruksi akan selesai," ujar Menhub Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2019).

Adapun proses rekonstruksi dan rehabilitasi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri pada fasilitas sisi darat dan sisi udara meliputi rekonstruksi dan rehabilitasi gedung terminal, rekonstruksi gedung PKP-PK, rekonstruksi gedung serba guna, rehabilitasi bangunan operasional, rumah ibadah, dan rumah dinas.

Kemudian juga pekerjaan di sisi udara yang meliputi rekonstruksi dan geometri runway, perbaikan permukaan runway dan taxiway, rehabilitasi apron, Serta pembuatan paved shoulder. Rekonstruksi dilakukan untuk merehabilitasi dan memperkuat struktur bangunan agar lebih tahan terhadap bencana seperti gempa bumi.

Selain melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi bandara, Kemenhub akan melakukan rekonstruksi di tiga pelabuhan yaitu Pelabuhan Pantoloan, Wani, dan Donggala. Selain itu, Kemenhub juga bakal melakukan perbaikan Terminal Bus Tipe A Induk Mamboro di Sulawesi Tengah.

Rehabilitasi dan rekonstruksi sektor transportasi dilakukan sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Instruksi Presiden RI nomor 10 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah dan Wilayah Terdampak Lainnya.

"Dengan dilakukannya pembangunan dan pengembangan sejumlah infrastruktur transportasi di Sulawesi Tengah ini diharapkan dapat memulihkan dan membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Palu dan sekitarnya pasca bencana," tutup Menhub Budi.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Kemenhub Kebut Pembenahan Bandara Palu Pasca Gempa

Naik Pesawat Hercules, Ribuan Warga Meninggalkan Palu dan Donggala
Warga Palu bersiap masuk ke pesawat Hercules TNI AU tujuan Makasar-Malang di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sabtu (6/10). Ribuan warga Palu dan Donggala meninggalkan wilayah mereka yang terdampak gempa bumi dan tsunami. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kebut pembenahan dan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan di Bandara SIS Al-Jufri. 

Ini untuk memaksimalkan pelayanan kepada penumpang dari dan menuju Palu, serta mengakomodir para relawan yang datang ke Palu serta memberikan akses bagi pendistribusian bantuan kemanusiaan

"Pembenahan dan perbaikan sedang dilakukan. Pembersihan gedung terminal dan pengecekkan struktur telah dilakukan dan sedang mempersiapkan penguatan struktur serta perbaikan lainnya sehingga lantai 1 dapat dipergunakan sementara. Insyaallah hari minggu bisa beroperasi optimal," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Pramintohadi Sukarno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

Selain perbaikan gedung terminal, saat ini juga dilakukan perbaikan runway yang mengalami keretakan yaitu runway 15. Perbaikan di runway 15 terus dilakukan dan ditargetkan pada 11 Oktober dapat difungsikan menjadi sepanjang 2250 x 45 m.

"Pekerjaan cor lean concrete runway 15 mulai hari ini dilakukan, mudah-mudahan pada 11 atau 12 Oktober runway 15 telah dapat digunakan sepanjang 2.250x45m agar dapat didarati oleh pesawat yang lebih besar," ungkap dia.

Berdasarkan data dari Bandara Palu, pada 4 Oktober 2018 telah ada delapan penerbangan yang beroperasi dengan rute Makassar-Palu-Makassar dan Balikpapan-Palu-Balikpapan. Delapan penerbangan ini mengangkut penumpang sebanyak 1.096 orang penumpang yang terdiri dari penumpang naik sebanyak 543 orang dan penumpang turun sebanyak 553 orang. 

Penerbangan dari dan ke Palu dilayani oleh tiga maskapai yaitu Garuda Indonesia, Wings Air dan Nam Air yang rata-rata mengangkut penumpang 60-72 orang. Sementara, untuk cargo BNPB diangkut dengan pesawat My Indo Airlines.

"Kemarin, pergerakan penumpang dari dan ke Palu yang diangkut dengan pesawat udara mencapai 1.096 orang sedangkan cargo total bantuan BNPB yang diangkut dengan My Indo Airlines telah mencapai 75 ton," kata dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓