Pinta Pengusaha Tambang Soal Sosok Dirut Inalum Baru

Oleh Liputan6.com pada 28 Okt 2019, 16:00 WIB
Diperbarui 28 Okt 2019, 16:00 WIB
Kantor Pusat PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)
Perbesar
Kantor Pusat PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Arviyan Arifin menginginkan agar posisi Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) diisi orang yang mengerti dan mumpuni di sektor industri pertambangan.

Selain menjabat sebagai pucuk pimpinan di Perseroan, dirut baru juga akan membawahi Holding Industri Pertambangan (HIP) yang telah berganti nama menjadi MIND ID.

"Menurut saya, dia harus yang mengerti soal industri tambang, dan memiliki komitmen untuk mengembangkan industri itu sebagai suatu industri strategis di Indonesia karena tantangannya cukup besar," ujar dia saat ditemui di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Arviyan menyampaikan, sektor industri pertambangan saat ini memang menjadi tantangan semua pihak. Seluruh BUMN di sektor pertambangan sendiri kini tengah melakukan hilirisasi sektor pertambangan.

"Karena harapan presiden juga demikian, kita harus melakukan industrilisasi hilirisasi dari kekayaan alam kita," imbuh dia.

Lebih lanjut, dia meyakini siapapun yang akan ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Dirut Inalum adalah orang yang mengerti tentang kondisi tersebut.

"Sehingga harapan Presiden untuk mengembangkan hilirisasi seperti yang beliau sampaikan di pidato kenegaraan juga bisa kita laksanakan dengan baik," tandas dia.

Seperti diketahui, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Budi Gunadi Sadikin, secara resmi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk mengisi posisi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Budi akan mendampingi Erick Tohir sebagai pimpinan BUMN bersamaan dengan Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Tugaskan Inalum Akuisisi 20 Persen Saham Vale

Aluminimum produksi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)
Perbesar
Aluminimum produksi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)

Pemerintah menugaskan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) atau Mining Industry Indonesia (Mind Id), untuk membeli 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, keputusan mengenai divestasi 20 persen saham Vale sudah diambil, yaitu menugaskan Inalum ‎untuk membelinya.

"Iya (menugaskan Inalum membeli 20 persen saham Vale)," kata Bambang, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (7/10/2019).

 

Meski pemerintah sudah menugaskan Inalum, Bambang belum bisa menyebutkan harga 20 persen saham Vale ‎yang akan dibeli Inalum, sebab hal tersebut merupakan wewenang Kementerian Keuangan.

"Enggak, enggak pakai nilai. Menteri Keuangan yang menerangkan," ujarnya.

Menurut Bambang, setelah mendapat penugasan dari pemerintah, Inalum mendapat kewenangan untuk menyelesaikan proses akuisisi 20 persen saham milik perusahaan asal Brasil tersebut.

"Ya pokoknya (divestasi 20 persen saham Vale urusan Inalum)," katanya.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓