Jembatan Holtekamp Bakal Kerek Pembangunan di Perbatasan Papua

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 28 Okt 2019, 09:30 WIB
Diperbarui 28 Okt 2019, 09:30 WIB
Jembatan Holtekamp Jayapura
Perbesar
Jembatan Holtekamp Jayapura yang dilihat dari ketinggian di Bukit Skyline. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Liputan6.com, Jakarta - Pengerjaan Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Papua kini telah rampung dan siap diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini. Selain meningkatkan konektivitas, kehadiran jembatan ini juga akan mendorong pengembangan Kota Jayapura ke arah timur, yakni ke kawasan Skouw.

Kepala BBPJN XVIII Jayapura‬ Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Osman H Marbun, menyatakan bahwa peresmian Jembatan Holtekamp nantinya akan memangkas waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, dari semula sekitar 1,5-2 jam menjadi sekitar 30-45 menit saja.

Dia mengatakan, di kawasan perbatasan Skouw sebagai embrio pusat pertumbuhan ekonomi kawasan telah selesai dibangun PLBN dan bakal dilanjutkan dengan pembangunan pasar. "Kita lihat sekarang di kawasan Skouw sudah banyak kios yang tersedia, bahkan kita lihat banyak yang berwisata ke sana," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2019).

 

Kementerian PUPR sendiri telah menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter, konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter, dan jalan akses Jembatan Holtekamp sepanjang 9.950 meter.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura juga telah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter.

Proses pembangunannya dikerjakan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PT PP), PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya dengan total anggaran Rp 1,8 triliun.

Ditambahkan Osman, keberadaan jembatan juga akan mengendalikan laju perkembangan Kota Jayapura di bagian barat yang berupa pegunungan dan sangat beresiko merusak hutan sebagai daerah tangkapan air bagi keberlanjutan Kota Jayapura. "Jembatan ini akan lebih mengarahkan pengembangan Kota Jayapura ke kawasan Koya," sambungnya.

Pengembangan selanjutnya dari kawasan sekitar Jembatan Holtekamp, menurut Osman yakni untuk wisata air lantaran didukung dengan pemandangan teluk dan perbukitan.

Selain itu, ia melanjutkan, Jembatan Holtekamp juga akan memperpendek jarak dan waktu tempuh menuju kawasan Koya sebagai venue beberapa cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. "Rencananya juga Teluk Youtefa ini akan menjadi venue pertandingan dayung PON 2020 Papua," tandasnya.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 4 halaman

Lokasi Istana Presiden di Papua Tak Jauh dari Jembatan Holtekamp

Jembatan Holtekamp Kota Jayapura
Perbesar
Jembatan Holtekamp Kota Jayapura (Liputan6.com / Katharina Janur)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan dengan tokoh Papua pada Selasa kemarin di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh Papua meminta kepada Jokowi untuk membangun istana di Bumi Cendrawasih.

Presiden Joko Widodo menyambut baik usulan tokoh Papua agar Jokowi membangun Istana Kepresidenan di Papua. "Mengenai Istana Presiden, yang di sana itu kan sulitnya tanah, bener 10 hektare gratis? Benar sudah ada?" seloroh Presiden Jokowi dan disambut tawa hadirin.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ia sudah mendapat perintah terkait pembangunan istana Presiden di Papua pada Selasa kemarin.

"Baru kemarin saya diperintahkan oleh beliau melalui pak Setneg (Pratikno). Kami baru mau survei lokasinya, tanah ada 10 ha untuk disiapkan buat pembangunan istana yang di Jayapura atau di Papua," ujar dia di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Secara detail lokasi, Menteri Basuki menyampaikan, itu bakal berada di perbukitan tak jauh dari Jembatan Holtekamp, Jayapura. "Ide yang saya dapatkan dekat Jembatan Holtekamp, ada bukit di sana. Kami belum survei," sambungnya.

Dia juga rupanya belum mengetahui calon lahan untuk proyek Istana Papua tersebut milik siapa. Akan tetapi, masyarakat setempat sudah memberi persetujuan untuk dilakukan pembangunan.

"Belum tahu. Karena di sana banyak rakyat, suku, sehingga mungkin harus kita lihat dulu persis. Kalau mereka sih sudah oke aja, tapi belum tahu," tukas dia.

3 dari 4 halaman

Jokowi: Tahun Depan Istana Presiden Dibangun di Papua

Jokowi Bertemu Tokoh Papua
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyapa para tokoh Papua saat mengadakan pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Jokowi mengundang 61 tokoh asal Papua dan Papua Barat untuk membicarakan masalah percepatan kesejahteraan di Tanah Papua. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyambut baik usulan tokoh Papua agar Jokowi membangun Istana Kepresidenan di Papua.

Perwakilan tokoh Papua menyebut bahwa pihaknya sudah mengalokasikan 10 hektare tanah untuk pembangunan Istana di sana.

"Mengenai Istana Presiden, yang di sana itu kan sulitnya tanah, bener 10 hektare gratis? Benar sudah ada?" seloroh Presiden Jokowi dan disambut tawa hadirin di Istana Negara, Selasa (10/9/2019).

Jokowi lalu berbicang dengan beberapa menteri yang menemani Presiden menyambut para tokoh Papua.

"Mudai tahun depan Istana akan dibangun di sana," kata Jokowi.

Sontak seluruh tamu undangan bersorak dan membuat riuh ruangan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓