Penanganan Tumpahan Minyak Kelar, Pertamina PHE Bersih-bersih Pantai Pulau Seribu

Oleh Nurmayanti pada 26 Okt 2019, 20:17 WIB
Diperbarui 26 Okt 2019, 22:16 WIB
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero), melakukan bersih-bersih pantai di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero), melakukan bersih-bersih pantai di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta. 

Meidawati, Presiden Direktur PHE mengatakan, aksi ini sebagai bentuk komitmen tinggi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar operasi perusahaan. Serta merupakan kick off fase pemulihan ekosistem, usai terjadinya tumpahan minyak beberapa waktu lalu.

"Kasus sumur YYA-1 sudah terjadi dan kita ambil pelajaran dan hikmahnya dari situ. Melalui kejadian itu kami bisa belajar dan hikmahnya bisa semakin dekat dengan masyarakat," kata Meidawati.

Pada kesempatan itu, Dirut PHE juga secara simbolis menyerahkan kunci Posko Bersama PHE ONWJ dan Kab Adm Kepulauan Seribu yang berada di Pulau Untung Jawa kepada Bupati Kepulauan Seribu.

Ini menandai berakhirnya kegiatan penanggulangan oil spill sumur YYA-1, Blok Offshore North West Java (ONWJ) khususnya di Kepulauan Seribu.

Taufik Aditiyawarman, Direktur Operasi dan Produksi PHE, menambahkan saat ini bisa dipastikan bahwa tidak ada lagi tumpahan minyak dari sumur YYA.

"Kini yang kami lakukan adalah melakukan smenting tiga sumur YY. Total dana untuk penyemenan tiga sumur itu USD 3 juta," kata Taufik.

 

2 of 2

Berlanjut

Tumpahan Minyak Pertamina Cemari Perairan Muara Gembong
Oil spill yang telah membeku di sekitar tambak penangkap udang di perairan Muara Beting, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (28/7/2019). Oil spill akibat kebocoran di sumur lepas pantai YYA1 Karawang milik Pertamina Hulu Energi di blok migas ONWJ. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Husein Murad, Bupati Kepulauan Seribu, mengatakan kegiatan pembersihan pantai diharapkan bisa dilanjutkan dan dilakukan secara berkesinambungan. "Kami harapkan kejadian bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak ada ekses di kemudian hari," katanya.

Menurut Husein, penyerahan kunci Puskodal yang merupakan rumah dinas lurah Pulau Untung Jawa yang digunakan selama penanganan oil spill bukan berarti kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dengan Pertamina, khususnya PHE juga berhenti.

"Dengan penyerahan kunci ini menandai telah selesainya penanganan oil spill, tapi bukan berarti slesai sama sekali," kata Husein.

Menurut Husein, Pemkab Kep Seribu mendukung kegiatan CSR dan pengembangan masyarakat PHE di Kabupayen Kepulauan Seribu. Apalagi PHE telah berkontribusi konkret kepada masyarakat di wilayah kabupaten di DKI Jakarta.

 

Lanjutkan Membaca ↓