Menhub Duga Kebakaran Pipa Pertamina Akibat Pemetaan Tak Matang

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 26 Okt 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 26 Okt 2019, 18:17 WIB
Ady Anugrahadi/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi angkat bicara, mengenai peristiwa kebakaran pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) milik pertamina. Kebakaran terjadi‎ di dekat lokasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Budi menilai pemetaan yang dilakukan kontraktor proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung kurang komprehensif, sehingga mengakibatkan kebakaran pipa yang mengalirkan BBM jenis Pertamina Dex tersebut.

"Ini kan pemetaannya yang tidak komprehensif," kata Budi, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Jakarta, Sabtu (27/10/2019).

Budi‎ menduga, selama ini tidak ada pemetaan mengenai jaringan infrastruktur. Padahal, seharunya hal tersebut dibahas dalam rapat kordinasi untuk pemetaan guna memandu pekerjaan.

"Saya khawatir peta-peta daripada jaringan itu tidak ada. Jadi ada rapat koordinasi peta jaringan dipetakan, dia baru bekerja sesuai dengan itu," tutur dia.

‎Untuk menghindari hal serupa terjadi, harus dilakukan pemetaan ulang jalur infrastruktur yang dilakukan kontraktor, Pertamina dan PLN, sehingga ada acuan dalam menjalankan proyek tersebut.

"Ya tentu apa yang kita akan lakukan lagi, kita akan petakan, jadi kita minta, kontraktor, minta kepada Pertamina, PLN, ada jalur infrastruktur yang ada," tandasnya.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 2

Gubernur Emil Panggil Perusahaan Kereta Cepat Terkait Kebakaran Pipa di Cimahi

Kebakaran Pipa Pertamina
Petugas dari Pertamina masih melakukan sterilisasi di lokasi pipa minyak yang terbakar. Pihak polisi berencana melakukan olah tempat kejadian perkara setelah petugas beres melakukan sterilisasi. (Liputan6.com/ Huyogo)

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) untuk memperhatikan aspek keamanan dan menjunjung Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dalam pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor.

Hal ini terkait insiden kebakaran pipa PT Pertamina penyalur BBM segmen Ujung Berung-Padalarang oleh kontraktor proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk konstruksi elevated di Jalan Sukahaji Kota Cimahi samping jalur Tol Padalarang KM 130 pada Selasa (22/10/19).

"Saya minta atensi lebih (terhadap) SOP yang proporsional dan profesional. Proyek ini sangat ditunggu selesainya, tapi prosesnya harus dengan cara-cara yang tidak menimbulkan dinamika," kata Ridwan Kamil usai pertemuan dengan perwakilan PT Pertamina di Gedung Pakuan Kota Bandung, Kamis (24/10/2019).

"Khususnya jika akan melakukan penggalian, SOP harus ada supervisi dari Pertamina," ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Secepatnya, Emil juga akan mengundang PT KCIC untuk membicarakan dinamika yang terjadi selama proses pembangunan proyek KCJB.

"Saya akan memanggil KCIC karena saya mendapat beberapa laporan tidak hanya urusan Pertamina, di titik-titik lain ada komplain. Saya kumpulkan (komplain) agar saya tegur (KCIC), supaya kejadian (kebakaran) ini tidak terulang lagi," tegas Emil.

Tak hanya KCIC, Emil juga berencana memanggil pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait dengan pembangunan proyek KCJB. Hal ini dilakukan untuk mengoordinasikan berbagai keluhan yang diutarakan masyarakat selama proses pembangunan.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by