Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Apa Dampaknya bagi Investor?

Oleh Liputan6.com pada 22 Okt 2019, 15:25 WIB
Diperbarui 22 Okt 2019, 16:17 WIB
Prabowo Subianto

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Muhammad Faisal turut mengomentari masuknya Prabowo dalam kabinet Jokowi. Hal tersebut memiliki nilai plus dan minus terutama terhadap persepsi pasar.

"Bisa jadi (sinyal positif untuk investor). Sebetulnya itu plus minus," kata dia, ketika dihubungi Merdeka.com, Selasa (22/10).

Nilai plus masuknya Prabowo ke kubu Pemerintah, jelas dia, memberikan sinyal stabilitas pada politik. Kondisi politik stabil bakal berimplikasi pada situasi ekonomi yang lebih stabil.

"Kalau secara politis lebih stabil, ekonomi mestinya lebih fokus karena riak-riak politik tidak banyak mengganggu ekonomi," jelas dia.

"Mungkin ada sisi negatif. Dari sisi masyarakat, terutama dari pendukung Pak Prabowo kan sebagian saya pikir akan merasa kecewa,"

Terkait pentingnya oposisi dalam pemerintahan terhadap persepsi investor atau pelaku usaha, Faisal mengatakan, setiap pelaku usaha bisa saja punya pandangan yang berbeda.

"Pelaku usaha juga kan berbeda-beda. Kalau selama ini yang kurang puas terhadap kinerja pemerintah, mungkin mereka meresponnya akan bagus selama ada oposisi. Sebaliknya kalau oposisi semakin kecil dengan masuknya Gerindra ke kubu pemerintah, ini juga dipersepsikan oleh pelaku usaha bisa jadi buruk," ungkapnya.

"Tapi sebagian besar pelaku usaha juga lebih mementingkan dari sisi stabilitas. Sehingga ekonomi bisa jalan lebih fokus," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Prabowo Bakal jadi Menteri Pertahanan

Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Kedatangan Prabowo ke Istana memenuhi undangan dari Presiden Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku diminta Presiden Jokowi memperkuat kabinet pada pemerintahan 2019-2024.

Prabowo mengatakan, Jokowi meminta dirinya membantu di bidang pertahanan.

"Saya diminta membantu Beliau (Jokowi) di bidang pertahanan," ungkap Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

Prabowo memastikan bahwa dirinya siap membantu pemerintahan Jokowi. Langkah ini juga merupakan keputusan Partai Gerindra.

"Saya sudah sampaikan keputusan kami, daripada Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu, dan hari ini resmi diminta, dan kami setuju untuk membantu," kata Prabowo.

Prabowo mengaku siap bekerja sama dengan Jokowi. "Saya akan bekerja sebaik mungkin," ucap Prabowo. 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by